Wakil Ketua DPRD Tegal Dapat Pendampingan Hukum Dari Golkar

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana konser musik dangdut di Lapangan Tegal Selatan, Jawa Tengah, Rabu, 23 September 2020. Konser musik dangdut tersebut digelar oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad untuk merayakan acara pernikahan. ANTARA/Oky Lukmansyah

    Suasana konser musik dangdut di Lapangan Tegal Selatan, Jawa Tengah, Rabu, 23 September 2020. Konser musik dangdut tersebut digelar oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad untuk merayakan acara pernikahan. ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pimpinan Daerah Partai (DPD) I Golkar Jawa Tengah siap memberikan pendampingan hukum kepada Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo, yang tersandung kasus konser dangdut. 

    "Kami siap memberikan pendampingan hukum apabila diminta oleh yang bersangkutan," kata Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jawa Tengah Wihaji, Rabu, 30 September 2020.

    Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo diketahui menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Tegal. Ia sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jateng di kasus konser dangdut yang melanggar protokol Covid-19.

    Wihaji mengatakan DPD Golkar Jateng akan berkomitmen memberikan pendampingan kepada kader apabila terkena kasus, kecuali bagi mereka yang tersangkut kasus korupsi. DPD Partai Golkar Jateng, kata Wihaji, akan menyerahkan kasus itu sepenuhnya kepada aparat penegak hukum dan tidak akan melakukan intervensi.

    "Silakan proses hukum dilaksanakan. Kami akan menghormati," kata Wihaji yang juga menjabat sebagai Bupati Batang itu. Menurut dia, kasus ini merupakan kasus baru, yaitu pelanggaran protokol kesehatan yang dikenai pasal karantina kesehatan.

    Kendati demikian, kata dia, DPD Golkar Jateng sudah mengeluarkan surat teguran keras kepada Wasmad. Jika tidak dihiraukan, bisa saja dilakukan pemecatan dari jabatannya. "Sementara ini, kami hanya memberikan surat teguran saja, biar proses hukum berjalan. Semoga saja hal ini tidak sampai tahap pemecatan," katanya.

    Wihaji mengatakan penyelenggaraan konser dangdut di Kota Tegal merupakan preseden buruk sehingga kader Golkar jangan sampai melakukan hal yang sama. "Ini menjadi pembelajaran penting karena suasana kebatinan masih pandemi Covid-19 dan pemerintah masih berusaha keras bagaimana cara untuk mencegah penyebaran virus ini," katanya. 

    Ia menegaskan Partai Golkar berkewajiban mendukung program pemerintah dalam penegakan, pencegahan, dan penanganan Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggunaan Masker Bagi Sebagian Orang Bisa Menimbulkan Jerawat

    Saat pandemi seperti sekarang ini penggunaan masker adalah hal yang wajib dilakukan.