Ini Tugas Tim Audit Kematian Dokter yang Dibuat Kemenkes dan Organisasi Profesi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar videotrone yang menampilkan pesan Covid-19 di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta, Jumat, 18 September 2020. Layar videotrone tersebut juga menampilkan pesan mengenang para dokter yang gugur dalam menangani pandemi tersebut. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Layar videotrone yang menampilkan pesan Covid-19 di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta, Jumat, 18 September 2020. Layar videotrone tersebut juga menampilkan pesan mengenang para dokter yang gugur dalam menangani pandemi tersebut. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mengkaji penyebab kematian para dokter di tengah pandemi Covid-19. Untuk itu, Kementerian menggandeng organisasi profesi membentuk tim audit.

    "Semua organisasi profesi kesehatan dilibatkan," kata humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Halik Malik, saat dihubungi Tempo pada Rabu, 30 September 2020.

    Selain mengkaji penyebab kematian para dokter, tim juga menelusuri riwayat kejadian tertular bagi para dokter yang meninggal terkait Covid-19. Selain itu, tim juga mendorong pemberian asuransi jiwa atau penghormatan dalam bentuk lainnya bagi keluarga dokter yang meninggal.

    Data IDI hingga pukul 09.00, 30 September 2020 tercatat, sebanyak 127 dokter meninggal saat bertugas menangani pandemi Covid-19.

    Halik mengatakan akan ada serangkaian pertemuan dalam rangka analisis kematian tenaga kesehatan di masa pandemi Covid-19. "Hari Jumat besok terjadwal pertemuan IDI, PPNI, dan Kemenkes," ujar Halik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Gotong Royong Solid Di Masa Sulit Untuk Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

    Kemendikbud mengajak untuk bergotong royong dan bekerja sama memastikan pembelajaran tetap berlangsung walaupun peserta didik tidak dapat hadir.