ICW Menilai KPK Tertutup Soal Pengejaran Terhadap Harun Masiku

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pria yang diduga Harun Masiku terekam kamera CCTV di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengakui rekaman CCTV berada Bandara Soekarno-Hatta. Istimewa

    Pria yang diduga Harun Masiku terekam kamera CCTV di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengakui rekaman CCTV berada Bandara Soekarno-Hatta. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta-Indonesia Corruption Watch mengkritik kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi dalam perburuan buron kasus suap Harun Masiku. Menurut ICW, KPK tertutup mengenai perkembangan pengejaran itu.

    “Sepengetahuan saya, informasi sudah tidak pernah disampaikan kepada publik mengenai perkembangan pencarian Harun Masiku,” kata peneliti ICW Wana Alamsyah dalam diskusi daring bertema "Tren Penindakan Kasus Korupsi Semester I 2020", Selasa, 29 September 2020.

    Wana menuturkan publik tidak boleh lupa bahwa pengejaran Harun Masiku masih menjadi pekerjaan rumah bagi KPK. Dia menilai informasi yang dimiliki Harun penting untuk proses penyidikan kasus suap terkait pergantian antar-waktu anggota DPR. “Ini menjadi catatan, kami menolak lupa,” ujar dia.

    KPK menetapkan Harun Masiku, selaku calon legislatif dari PDIP, sebagai tersangka penyuap anggota Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan. Harun, bersama kader PDIP, Saiful Bahri, diduga menyuap Wahyu untuk memuluskan jalannya menjadi anggota DPR lewat jalur PAW. Wahyu dan Saiful telah dihukum bersalah dalam kasus itu. Namun, Harun masih buron hingga sekarang.

    Operasi tangkap tangan terhadap Harun memunculkan berbagai polemik, mulai dari dugaan penyekapan penyidik KPK di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, hingga pemulangan mendadak jaksa dan penyidik yang menangani kasus itu. Tim yang sejak awal terlibat dalam operasi senyap itu belakangan juga diketahui diganti oleh tim baru.

    Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango pernah mengatakan akan mengevaluasi kinerja tim pemburu Harun pada Agustus lalu. Evalusi akan dilakukan dengan cara menambah personel atau menyertakan tim pendamping


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Traveling saat Pandemi Covid-19

    Berikut tips untuk tetap waspada pandemi Covid-19 meski sedang liburan.