KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Korupsi Jembatan di Kampar

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (tengah) memberikan keterangan pers terkait penahanan mantan anggota DPRD Jambi di Gedung KPK, Selasa, 30 Juni 2020. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (tengah) memberikan keterangan pers terkait penahanan mantan anggota DPRD Jambi di Gedung KPK, Selasa, 30 Juni 2020. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menahan dua tersangka kasus pembangunan jembatan waterfront city di Kabupaten Kampar, Riau. Keduanya adalah pejabat pembuat komitmen di Dinas Bina Marga dan Pengairan Kampar, Adnan dan Manajer Divisi Operasi I PT Wijaya Karya I Ketut Suarbawa.

    “Untuk kepentingan penyidikan, tersangka ADN dan IKT ditahan selama 20 hari ke depan,” kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar di kantornya, Jakarta, Selasa, 29 September 2020.

    KPK mengumumkan penetapan tersangka terhadap dua orang ini sejak 2019. Adnan dan Suarbawa diduga bekerja sama mengatur lelang pengadaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan di Kampar.

    KPK menduga kongkalikong antara kedua orang itu dilakukan untuk mengatur penetapan harga perkiraan sendiri. Perbuatan itu diduga telah dilakukan secara berlanjut. Adnan diduga menerima sekitar Rp 1 miliar dari tindakan itu.

    KPK juga menduga dalam proyek ini terjadi kerugian negara sekitar Rp 39,2 milyar dari nilai proyek pembangunan jembatan waterfront city secara tahun jamak di Tahun Anggaran 2015 dan 2016 dengan total  Rp 117,68 Milyar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Cuitan Penyebab Polisi Mengira Syahganda Dalang Demo UU Cipta Kerja

    Polisi menangkap Syahganda Nainggolan sebagai dalang kerusuhan UU Cipta Kerja.