Satgas Covid-19: Tes Usap Diutamakan di Tempat Risiko Tinggi Agar Tak Mubazir

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNPB Doni Monardo saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 September 2020. Selain membahas anggaran pagu untuk program kerja tahun 2021, rapat juga membahas perkembangan penanganan COVID-19 dan penanganan bencana alam di Indonesia. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kepala BNPB Doni Monardo saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 September 2020. Selain membahas anggaran pagu untuk program kerja tahun 2021, rapat juga membahas perkembangan penanganan COVID-19 dan penanganan bencana alam di Indonesia. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan tes usap massal diprioritaskan untuk daerah-daerah dengan risiko penularan yang tinggi. Hal ini disampaikan Doni menjawab desakan agar pemerintah melakukan 3T, yakni testing, tracing, dan treatment kepada masyarakat guna menekan kasus Covid-19.

    "Kalau untuk tes massal itu harus kita perhitungkan di tempat yang risiko tinggi supaya reagen tidak mubazir," kata Doni dalam konferensi pers virtual, Senin, 28 September 2020.

    Doni mengatakan setiap satu kali tes swab memerlukan biaya besar. Meski begitu, ia berujar pemerintah tetap berupaya memperbanyak kapasitas tes di seluruh provinsi di Tanah Air.

    "Kami berusaha sebisa mungkin untuk memperbanyak tes dan merata di seluruh provinsi," ujar Doni.

    Doni mengatakan, kemampuan tes Indonesia oleh pemerintah dan dukungan swasta saat ini sudah mencapai lebih dari 30 ribu spesimen per hari. Dia menyebut kemajuan angka ini sudah cukup bagus, kendati belum memenuhi standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) agar Indonesia menguji 38 ribu orang per hari.

    Satuan Tugas Penanganan Covid-19 sebelumnya menyatakan ada delapan provinsi yang menjadi perhatian utama pemerintah lantaran memiliki laju kasus Covid-19 tinggi. Yakni Provinsi Jawa Timur, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, dan Papua.

    Seusai rapat di Istana Presiden hari ini, Doni mengaku mengusulkan agar Bali dan Aceh juga masuk dalam provinsi prioritas. "Karena mengalami peningkatan yang cukup tinggi," kata Doni dalam jumpa pers virtual di akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 28 September 2020.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Liburan Lalu

    Tak hendak mengulang lonjakan penambahan kasus Covid-19 akibat liburan 28 Oktober 2020 mendatang, pemerintah menerapkan beberapa strategi.