Febri Diansyah: Dukungan Publik Faktor Krusial Membangun KPK

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Anti Korupsi Yogyakarta melakukan unjuk rasa di depan kantor DPRD DIY, DI Yogyakarta, Kamis 12 September 2019. Aksi yang diikuti ratusan mahasiswa tersebut untuk menolak rencana  Revisi Undang-Undang (UU) KPK yang diusulkan oleh DPR. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

    Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Anti Korupsi Yogyakarta melakukan unjuk rasa di depan kantor DPRD DIY, DI Yogyakarta, Kamis 12 September 2019. Aksi yang diikuti ratusan mahasiswa tersebut untuk menolak rencana Revisi Undang-Undang (UU) KPK yang diusulkan oleh DPR. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO.CO, Jakarta- Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah menilai dukungan publik merupakan faktor yang sangat krusial untuk membangun KPK. Bagi dia, dukungan konkret kepada KPK adalah ketika lembaga tersebut keliru, ada mekanisme kritik yang harus disampaikan demi menjaga institusi itu.

    "Kita akan mengkritik KPK kalau keliru, tapi kita harus menjaga institusinya. Karena ada teman-teman pegawai KPK punya idealisme dan semangat anti-korupsi yang sangat tinggi,” kata Febri dalam diskusi di Instagram @tempodotco pada Senin, 28 September 2020.

    Menurut Febri, kekuatan utama untuk memberantas korupsi berasal dari pegawai KPK disertai dukungan publik yang kuat. Dia menilai dua hal tersebut tidak bisa dipisahkan. “KPK bisa maksimal jika memiliki independensi. Bukan sekedar teks UU (Undang-Undang), juga harus melihat sebagai sesuatu yang dilaksanakan secara fungsional, dilaksanakan oleh pegawai yang memiliki mentalitas independen,” ujarnya.

    Dia juga berpendapat bahwa pertempuran melawan korupsi bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Seperti menulis, berbicara, dan menyeimbangkan kekuatan sipil dengan berbagai institusi anti korupsi. "Saya pribadi sudah sampai pada kesimpulan, dengan ikhtiar yang kuat, kontribusi saya akan lebih signifikan jika berada di luar," tutur Febri.

    MUHAMMAD BAQIR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Survei Indikator Politik: Masyarakat Makin Takut Menyatakan Pendapat

    Berdasarkan hasil survei, sebagian masyarakat saat ini merasa tidak aman untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.