Update Covid-19 per 28 September: Kasus Positif Bertambah 3.509

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menunjukkan sampel darah tenaga medis dan pekerja usai menjalani rapid tes serology di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2020. Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) melakukan rapid test serelogy dan PCR Swab secara berkala kepada para tenaga kesehatan, staf, dan pekerja pendukung lainnya sebagai upaya untuk menjaga kesehatan dan keamanan bagi para awak rumah sakit tersebut. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas medis menunjukkan sampel darah tenaga medis dan pekerja usai menjalani rapid tes serology di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2020. Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) melakukan rapid test serelogy dan PCR Swab secara berkala kepada para tenaga kesehatan, staf, dan pekerja pendukung lainnya sebagai upaya untuk menjaga kesehatan dan keamanan bagi para awak rumah sakit tersebut. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah kasus positif Covid-19 di Tanah Air masih terus bertambah. Berdasarkan data pemerintah hingga Senin pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan 3.509 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

    Sehingga, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 278.722 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama terinfeksi virus corona pada 2 Maret 2020.

    Sementara itu, pasien sembuh bertambah 3.856 sehingga, total pasien sembuh berjumlah 206.870 orang. Sedangkan pasien meninggal bertambah 87 orang. Dengan demikian, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia kini mencapai 10.473 orang.

    Informasi ini disampaikan Satgas Penanganan Covid-19. Data juga bisa diakses publik di situs Covid19.go.id.

    DEWI NURITA

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.