Migrasi TV Analog ke Digital, Pemerintah akan Bagi 6,7 Juta Set Box TV Digital

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menonton televisi. Shutterstock.com

    Ilustrasi menonton televisi. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ahmad M. Ramli, mengatakan pemerintah akan membagikan 6,7 juta set box televisi atau TV digital secara gratis kepada masyarakat miskin di Indonesia. Hal ini dalam rangka mempercepat migrasi dari televisi analog ke digital atau Analog Switch Off (ASO) .

    "Datanya kami bekerja sama dengan BPS (Badan Pusat Statistik). Kami akan menginventarisir mana yang layak dibantu," kata Ramli dalam rapat kerja membahas RUU Cipta Kerja bersama Badan Legislasi DPR RI, Senin, 28 September 2020.

    Menurut Ramli, pemerintah tidak menyediakan set box bagi masyarakat yang mampu lantaran mereka rata-rata sudah menggunakan tv digital. Selain itu harga set box yang berkisar Rp 100 ribu dianggap cukup terjangkau bagi mereka.

    Ramli menjelaskan, berdasarkan data BPS jumlah penduduk miskin di Indonesia sebenarnya 26,4 juta jiwa. Namun pemerintah menetapkan angka 6,7 juta untuk membagikan set box ini karena menganggap satu keluarga memiliki satu TV. "Sehingga kami bagi empat. Ini hitungan kasarnya sehingga muncul angka 6,7 juta itu," tuturnya.

    Dalam draf RUU Cipta Kerja, migrasi dari TV analog ke TV digital ini tertuang dalam Pasal 60A ayat 1. Pasal ini mengatur migrasi televisi analog ke digital dan penghentian siaran analog harus selesai paling lambat dua tahun sejak RUU Cipta Kerja diundangkan.

    Ramli menuturkan pemerintah hakul yakin bisa memenuhi target dua tahun itu. Soal anggaran penyediaan set box TV ini, kata dia, pemerintah sudah punya alokasinya.

    "Budget-nya 6,7 juta dikali Rp 100 ribu saja. Pemerintah sudah punya alokasi-alokasi apakah dari lelang mux-nya dan lain-lain. Sehingga dalam dua tahun bisa memenuhi," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Survei Indikator Politik: Masyarakat Makin Takut Menyatakan Pendapat

    Berdasarkan hasil survei, sebagian masyarakat saat ini merasa tidak aman untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.