Gibran Rancang Blusukan Online untuk Kampanye Pilkada 2020

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (kiri) dan Teguh Prakosa berfoto di sela-sela pendaftaran Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) 2020 di Solo, Jawa Tengah, Jumat, 4 September 2020. TEMPO/Bram Selo

    Pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (kiri) dan Teguh Prakosa berfoto di sela-sela pendaftaran Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) 2020 di Solo, Jawa Tengah, Jumat, 4 September 2020. TEMPO/Bram Selo

    TEMPO.CO, Surakarta - Komisi Pemilihan Umum atau KPU memberikan peraturan yang cukup ketat untuk kegiatan kampanye pada pilkada 2020. Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming merancang blusukan online untuk kegiatan kampanye.

    Menurut Gibran, pihaknya telah berkomitmen untuk berkampanye dengan menerapkan protokol kesehatan. "Kami akan memperbanyak kampanye dalam bentuk daring," katanya, Sabtu 26 September 2020.

    Meski demikian, dia masih akan mempertahankan aktivitas blusukan ke perkampungan seperti yang selama ini dilakukan. Hanya saja kegiatan blusukannya akan dilakukan secara virtual. "Blusukan tetap jalan tapi dengan cara online," katanya.

    Dia menjelaskan tim kampanyenya telah menyiapkan peralatan untuk kegiatan tersebut. Tim kampanyenya akan berkeliling ke perkampungan dengan mendorong televisi yang dilengkapi dengan roda. Melalui televisi yang terhubung internet itu Gibran bisa menyapa masyarakat dari jarak jauh.

    "Jadi tetap bisa berinteraksi secara live," kata Gibran. Masyarakat bisa berkomunikasi langsung dengannya. "Bisa tanya visi misi, memberi masukan, kritik serta saran," kata anak sulung Presiden Joko Widodo itu.

    Strategi blusukan online menurutnya dilakukan agar bisa mendapat dukungan dari berbagai lapisan masyarakat. Menurutnya, tidak semua warga memiliki jaringan internet atau telepon pintar. "Kami yang akan mendatangi dengan mesin blusukan online ini," katanya.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Liburan Lalu

    Tak hendak mengulang lonjakan penambahan kasus Covid-19 akibat liburan 28 Oktober 2020 mendatang, pemerintah menerapkan beberapa strategi.