Koordinator RS Wisma Atlet: Tak Ada Pembongkaran Fasilitas ICU, Hanya Pemindahan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah ambulans memasuki area RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Rabu, 16 Sepetember 2020. Pada Rabu (16/9) pagi tadi, tidak ada antrean ambulans menuju pintu masuk Rumah Sakit Wisma Atlet. Hanya sesekali ambulans masuk ke rumah sakit melewati jalur satu itu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sebuah ambulans memasuki area RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Rabu, 16 Sepetember 2020. Pada Rabu (16/9) pagi tadi, tidak ada antrean ambulans menuju pintu masuk Rumah Sakit Wisma Atlet. Hanya sesekali ambulans masuk ke rumah sakit melewati jalur satu itu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator RSD Covid-19 Wisma Atlet, Mayjen TNI Tugas Ratmono, membantah kabar yang berkembang bahwa Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menginstruksikan pembongkaran seluruh fasilitas ICU di rumah sakit darurat itu.

    "Kalau diberitakan ada isu pembongkaran, itu tidak benar," ujar Tugas dalam konferensi pers, Sabtu, 26 September 2020.

    Tugas mengatakan, istilah pembongkaran tersebut tidak tepat. Terawan, ujar dia, hanya memerintahkan sebagian fasilitas ICU dipindahkan ke RS UI Depok yang saat ini tengah disiapkan sebagai RS Pusat Rujukan Covid-19.

    "Kami di sini punya 39 set bed ICU. Sesuai arahan Menkes, 34 set ICU dipindahkan ke RS UI Depok dan disisakan 5 unit untuk membantu pelayanan di rumah sakit darurat ini," ujar Tugas.

    Tugas menjelaskan, pengalihan fasilitas ICU ini dilakukan sebagai bentuk koordinasi mempercepat penanganan Covid-19. Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet selanjutnya hanya akan menangani pasien tanpa gejala dan pasien gejala ringan.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Liburan Lalu

    Tak hendak mengulang lonjakan penambahan kasus Covid-19 akibat liburan 28 Oktober 2020 mendatang, pemerintah menerapkan beberapa strategi.