AHY: Mari Dengarkan Suara Rakyat, Jika Pemerintah Mendengar, Rakyat akan Cinta

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (kiri) dan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman usai melakukan pertemuan di kantor DPP PKS, Jakarta, Jumat, 24 Juli 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (kiri) dan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman usai melakukan pertemuan di kantor DPP PKS, Jakarta, Jumat, 24 Juli 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta pemerintah, baik pusat maupun daerah, mendengar suara rakyat.

    "Mari dengarkan suara rakyat. Jika pemerintah, baik pusat maupun daerah, mau mendengar rakyatnya, maka rakyat juga akan menghormati dan mencintai pemimpinnya," kata AHY dalam pidato resminya, Jumat, 25 September 2020..

    Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menuturkan setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat. Namun, hak tersebut harus digunakan secara bertanggung jawab. Di sisi lain, negara wajib mendengarkan suara rakyatnya, termasuk kritik, dan pendapat yang berbeda.

    Ia mengatakan saat ini kebebasan sipil semakin rapuh. Selain itu, kata dia, ada juga fenomena eksploitasi politik identitas hingga maraknya ujaran kebencian.

    Menurut dia, hal tersebut menunjukkan kualitas demokrasi memburuk. "Dengan jujur kami harus mengakui bahwa beberapa fenomena tersebut juga terjadi di Indonesia," katanya.  

    Menurut AHY, jangan karena tidak tahan menghadapi kritik, lalu kebebasan sipil dibatasi dan kualitas demokrasi dikorbankan. Kritik dari masyarakat, kata dia, adalah ekspresi kepedulian rakyat terhadap pemimpinnya dan negaranya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Liburan Lalu

    Tak hendak mengulang lonjakan penambahan kasus Covid-19 akibat liburan 28 Oktober 2020 mendatang, pemerintah menerapkan beberapa strategi.