DPR: Metode Kotak Suara Keliling Pilkada Sulit Diterapkan di Luar Jawa

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membawa kotak suara tersegel saat Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Provinsi Jawa Barat di aula KPU Jawa Barat, Bandung, Rabu, 8 Mei 2019. Pleno hari pertama ini akan menghitung perolehan suara di 6 kota kabupaten, sementara beberapa daerah lain belum selesai melakukan rekapitulasi di tingkat kota dan kabupaten. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas membawa kotak suara tersegel saat Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Provinsi Jawa Barat di aula KPU Jawa Barat, Bandung, Rabu, 8 Mei 2019. Pleno hari pertama ini akan menghitung perolehan suara di 6 kota kabupaten, sementara beberapa daerah lain belum selesai melakukan rekapitulasi di tingkat kota dan kabupaten. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Azis Syamsuddin menilai wacana penggunaan metode tambahan dalam pemungutan suara di Pilkada Serentak 2020, yakni dengan metode kotak suara keliling, tidak memungkinkan diterapkan di luar Jawa.

    "Bagaimana untuk di Indonesia timur dan Indonesia tengah seperti Papua dan NTT, NTB dan Sulawesi. Tentu memiliki wilayah kepulauan dan pegunungan, pastinya jalur yang ditempuh cukup sulit dan memakan waktu berhari hari-hari," kata Azis Syamsuddin di Jakarta, Jumat, 25 September 2020.

    Azis meminta Komisi Pemilihan Umum mengkaji kembali wacana pemungutan suara  keliling karena sebagian letak geografis di Indonesia tidak memungkinkan. Menurut dia pemungutan suara keliling memakan biaya yang cukup besar dan rentan terjadi kecurangan. "Bagaimana kita dapat mengawasi pemilihan secara keliling?" ujarnya.

    Azis menyarankan agar waktu pemungutan suara pilkada serentak diperpanjang sampai pukul 17.00. Pernyataan politikus Partai Golkar itu merespon wacana KPU soal penggunaan metode tambahan di pilkada berupa kotak suara keliling.

    KPU menilai metode tersebut memungkinkan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) berkeliling dari satu rumah ke rumah lainnya untuk memfasilitasi pemilih menggunakan hak suara. Kotak suara keliling diwacanakan sebagai cara alternatif karena kemungkinan waktu pemungutan suara  Pilkada Serentak 2020 dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.