Masa Berlaku Paspor Bakal Menjadi 10 Tahun

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menggunakan masker dan pelindung wajah (face shield) saat melakukan perekaman identitas pengunjung yang akan membuat paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi, Kota Bekasi, Senin, 15 Juni 2020. Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi mulai hari ini kembali beroperasi setelah beberapa bulan ditutup karena pandemi Covid-19. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Petugas menggunakan masker dan pelindung wajah (face shield) saat melakukan perekaman identitas pengunjung yang akan membuat paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi, Kota Bekasi, Senin, 15 Juni 2020. Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi mulai hari ini kembali beroperasi setelah beberapa bulan ditutup karena pandemi Covid-19. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 51 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas PP Nomor 31 Tahun 2013 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Salah satu pasalnya mengatur masa berlaku paspor biasa menjadi 10 tahun.

    Adanya aturan baru mengenai masa berlaku paspor biasa itu dibenarkan oleh Kasubag Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Achmad Nur Saleh. "Memang saat ini telah terbit PP Nomor 51 Tahun 2020 yang mengatur masa berlaku paspor biasa sampai dengan 10 tahun," ujar Achmad di Jakarta, Kamis, 24 September 2020.

    Namun, Achmad mengatakan bahwa peraturan baru tersebut saat ini belum berlaku lantaran masih menunggu peraturan pelaksanaannya, termasuk mengenai penyesuaian besaran tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

    "Namun tentunya masih menunggu peraturan pelaksanaannya, mekanismenya, termasuk juga mengenai tarif PNBP yang harus disesuaikan," ucap dia.

    Aturan baru tersebut tertuang dalam pasal 51 Ayat 1 PP Nomor 51 Tahun 2020 yang berbunyi masa berlaku paspor biasa paling lama 10 tahun sejak tanggal diterbitkan.

    Alasan perubahan itu, kata Achmad, masa berlaku paspor yang sebelumnya lima tahun dianggap tidak efisien ketika dilakukan pergantian saat halaman paspor masih cukup banyak.

    Dalam PP yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 10 September 2020 dan diundangkan sehari setelahnya itu, diatur pula kebijakan mengenai waktu penerbitan paspor biasa.

    Pada pasal 53 Ayat 1 disebutkan bahwa menteri atau pejabat imigrasi yang ditunjuk menerbitkan paspor biasa dalam waktu paling lama empat hari sejak seluruh ketentuan yang ditetapkan telah terpenuhi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Liburan Lalu

    Tak hendak mengulang lonjakan penambahan kasus Covid-19 akibat liburan 28 Oktober 2020 mendatang, pemerintah menerapkan beberapa strategi.