Kementerian Agama Siapkan Regulasi Umrah di Masa Pandemi Covid-19

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susana Masjidil Haram yang kosong setelah pemerintah Arab Saudi menunda umrah untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di Mekah, Arab Saudi, 6 Maret 2020. REUTERS/Ganoo Essa

    Susana Masjidil Haram yang kosong setelah pemerintah Arab Saudi menunda umrah untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di Mekah, Arab Saudi, 6 Maret 2020. REUTERS/Ganoo Essa

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama M. Arfi Hatim mengatakan pemerintah sedang menyiapkan regulasi umrah di masa pandemi Covid-19. “Regulasi ini menitikberatkan pada aspek kesehatan dan keselamatan jemaah,” kata Arfi dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 24 September 2020.

    Arfin menerangkan, sejumlah hal yang dibahas antara lain penerapan protokol kesehatan, batasan usia dan ketentuan tentang penyakit bawaan atau penyerta. Termasuk aturan skema transportasi dan aspek pelayanan lainnya yang diberikan Penyelenggara Perjalanan Ibadan Umrah (PPIU). Hal ini dilakukan agar tidak ada klaster umrah ketika jemaah kembali dari Saudi.

    Menurut Arfi, pembahasan regulasi ini juga akan memperhatikan kebijakan yang diterbitkan Arab Saudi dalam penyelenggaraan umrah di masa pandemi. Sebab, layanan umrah lebih banyak diberikan saat jemaah di Saudi.

    Misalnya, dia menyebutkan, apakah Saudi akan menerapkan karantina atau tidak, mekanismenya seperti apa, dan bagaimana ketentuan yang terkait dengan tes bebas Covid-19. "Hal ini masih dibahas bersama Kemenkes dan Satgas," katanya.

    Arfi berharap jemaah tetap bersabar menunggu kebijakan dari Arab Saudi. Kementerian Agama juga masih menunggu perkembangan kebijakan dari Saudi, khususnya daftar negara yang diizinkan memberangkatkan jemaah umrah.

    "Jika memang Indonesia diizinkan memberangkatkan jemaah, akan kita prioritaskan bagi mereka yang tertunda keberangkatannya sejak 27 Februari 2020," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Gotong Royong Solid Di Masa Sulit Untuk Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

    Kemendikbud mengajak untuk bergotong royong dan bekerja sama memastikan pembelajaran tetap berlangsung walaupun peserta didik tidak dapat hadir.