Wiku: Kami Melihat Penambahan Kasus Positif Covid-19 Terkait Pilkada 2020

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Satgas COVID-19 yang baru, Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan terkait update pandemi tersebut di Indonesia . Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. Ketua Tim Pakar GTPPC-19 (KOMBEN BNPB/M Arfari Dwiatmodjo)

    Juru Bicara Satgas COVID-19 yang baru, Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan terkait update pandemi tersebut di Indonesia . Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. Ketua Tim Pakar GTPPC-19 (KOMBEN BNPB/M Arfari Dwiatmodjo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyayangkan adanya penambahan kasus positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir Bahkan beberapa kali tembus rekor. Ia mengatakan hal ini terkait Pilkada 2020.

    "Kami masih melihat penambahan kasus positif yang cukup tinggi. Dan ini juga terkait dengan Pilkada," ujar Wiku dalam konferensi pers, Kamis, 24 September 2020.

    Ia mengaku prihatin dengan masih adanya calon kepala daerah yang masih mengadakan acara-acara seperti konser sehingga menimbulkan kerumunan. Diketahui sejumlah calon kepala daerah telah dinyatakan positif terpapar Covid-19. Bahkan tiga komisioner KPU juga telah dinyatakan tertular juga.

    "Sehubungan dengan itu, kami mengapresiasi langkah KPU, yang merevisi peraturan dan menerbitkan sanksi bagi para calon kepala daerah," ujar Wiku.

    Dalam sepekan terakhir, angka penambahan kasus Covid-19 di Indonesia terus menciptakan rekor. Setelah menembus angka 4 ribu, jumlahnya stabil dan nyaris tak pernah turun. Per hari ini, jumlahnya kembali memecahkan rekor sebanyak 4.465 kasus.

    "Ini adalah angka yang besar setelah beberapa hari penambahan kasus positif setiap hari di hari di atas 4 ribu," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers.

    Wiku mengatakan jumlah kasus aktif hingga hari ini adalah 60.064 atau 22,9 persen. Angka dunia 23,16 persen. Adapun jumlah kasus meninggal penambahannya sebanyak 128 kasus. Sehingga total per hari ini ada 10.105 kasus meninggal di Indonesia. "Kami mohon jangan menunggu sampai 5 ribu untuk disiplin protokol kesehatan," kata Wiku.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto