Febri Diansyah Mundur dari KPK

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara KPK, Febri Diansyah, menunjukkan simbol jari tangan menutup mulut sebagai tanda dilarang bicara, seusai memberikan keterangan kepada awak media, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis, 26 Desember 2019. Febri menyatakan mengundurkan diri sebagai Juru Bicara KPK. TEMPO/Imam Sukamto

    Juru bicara KPK, Febri Diansyah, menunjukkan simbol jari tangan menutup mulut sebagai tanda dilarang bicara, seusai memberikan keterangan kepada awak media, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis, 26 Desember 2019. Febri menyatakan mengundurkan diri sebagai Juru Bicara KPK. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Hubungan Masyarakat Febri Diansyah menyatakan mundur dari jabatannya dan sekaligus sebagai pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi. Mantan juru bicara itu telah mengirim surat ke Sekretaris Jenderal bertanggal 18 September 2020.

    Menurut informasi yang diperoleh Tempo, Febri mundur karena “kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK”.

    Hal itu berkaitan dengan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, yang oleh para aktivis antikorupsi dinilai memangkas kekuatan lembaga itu. Menurut aturan baru, semua pegawai komisi antikorupsi akan beralih menjadi aparatur sipil negara alias pegawai negeri sipil.

    Dalam suratnya, Febri meminta sekretariat jenderal KPK memproses pemberhentiannya hingga 18 Oktober 2020. Ia menyatakan akan menyelesaikan semua proses yang berkaitan dengan tugas dalam jangka waktu tersebut. Febri belum berkomentar tentang informasi ini.

    Febri bergabung ke KPK setelah menjadi aktivis di Indonesia Corruption Watch. Ia ditunjuk menjadi juru bicara pada 2016 dan berakhir tahun lalu, tak lama setelah Firli Bahuri memimpin lembaga itu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Liburan Lalu

    Tak hendak mengulang lonjakan penambahan kasus Covid-19 akibat liburan 28 Oktober 2020 mendatang, pemerintah menerapkan beberapa strategi.