Gatot Nurmantyo Ungkit Alasan Dicopot Sebagai Panglima TNI

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo ikut menjadi pembicara dalam Kampanye Capres 02, Prabowo Subianto di Surabaya, 12 April 2019. Video Live Streaming/Facebook Prabowo Subianto

    Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo ikut menjadi pembicara dalam Kampanye Capres 02, Prabowo Subianto di Surabaya, 12 April 2019. Video Live Streaming/Facebook Prabowo Subianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengaku pencopotan dari jabatan Panglima TNI karena sempat mengeluarkan perintah menonton film G30S/PKI. Hal ini ia ucapkan dalam sebuah video Youtube milik Harsubeno Point.

    "Pada saat saya menjadi panglima TNI, saya melihat itu semuanya (kebangkitan PKI). Maka saya perintahkan jajaran saya untuk menonton film G30S/PKI," ujar Gatot dalam video yang Tempo kutip dan diunggah oleh akun Youtube milik Harsubeno Point pada 21 September 2020.

    Gatot mengatakan saat itu salah seorang sahabat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memberikan peringatan. Ia mengatakan sahabat dari partai berlogo kepala banteng tersebut meminta agar menghentikan perintah tersebut apabila tidak ingin dicopot dari jabatan sebagai Panglima TNI.

    Gatot mengaku berterima kasih peringatan dari sahabatnya tersebut. Namun ia tetap melanjutkan perintah itu karena menganggap sangat penting. "Saya bilang terima kasih, tapi di situ saya gas karena ini adalah benar-benar berbahaya. Dan memang benar-benar saya diganti," ujar Gatot.

    Gatot Nurmantyo pada video webinar tersebut juga menyinggung soal berita pada 2017 yang menyebut generasi muda tidak percaya adanya Partai Komunis Indonesia (PKI). Gatot lalu mengaku telah berkeliling memberi kuliah umum di 59 universitas semenjak menjabat sebagai Pangkostrad.

    "Dengan data-data yang ada pertama kali pada tanggal 10 Maret saya masih jabatan Pangkostrad. Saya beranikan diri untuk memberikan kuliah umum tentang proxy war di Univeristas Indonesia. Dan sampai dengan saya Panglima TNI, sudah 59 universitas saya melaksanakan kuliah umum," ujarnya.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.