Kasus Jaksa Pinangki, MAKI Anggap Dasar Hukum Tuntutan JPU Sederhana

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Jaksa, Pinangki Sirna Malasari, mengikuti sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 23 September 2020. Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung mendakwa Pinangki Sirna Malasari telah melakukan tindak pidana korupsi menerima uang suap sebesar USD 500 ribu dari Djoko Tjandra, melakukan tindak pidana pencucian uang dan melakukan pemufakatan jahat terkait kepengurusan fatwa untuk Djoko Tjandra di Mahkamah Agung (MA). TEMPO/Imam Sukamto

    Terdakwa Jaksa, Pinangki Sirna Malasari, mengikuti sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 23 September 2020. Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung mendakwa Pinangki Sirna Malasari telah melakukan tindak pidana korupsi menerima uang suap sebesar USD 500 ribu dari Djoko Tjandra, melakukan tindak pidana pencucian uang dan melakukan pemufakatan jahat terkait kepengurusan fatwa untuk Djoko Tjandra di Mahkamah Agung (MA). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Masyarakat Antikorupsi Boyamin Saiman mengatakan seharusnya Jaksa memberikan tuntutan berdasarkan pasal 12 huruf a yaitu berkaitan dengan perspektif suap yang lebih luas.

    Dia menyatakan tuntutan Jaksa terhadap Jaksa Pinangki Sirna Malasari berdasarkan pasal 5 ayat 2 jo Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 terlalu disederhanakan.

    “Jadi pasal 5 itu pasal sederhana. Tidak didalami motifnya. Nah itu diwadahi dalam pasal 12 huruf a, sehingga dapat ditelusuri bahwa Pinangki tak hanya menerima suap saja,” ujar dia kepada Tempo lewat suara rekaman pada Kamis, 24 September 2020.

    Menurut dia, suap yang diberikan kepada Pinangki bertujuan untuk tak melakukan sesuatu yang diwajibkannya sebagai seorang jaksa.

    Seorang Jaksa, ucap dia, seharusnya menangkap buron dan membawa pulang Djoko Tjandra. Tapi Pinangki justru membantu buron lolos dari jeratan hukum.

    “Itu banyak perspektif yang sebenarnya harus digali. Mudah-mudahan hakim dapat menggali sejauh itu dan hal-hal yang kurang,” kata Boyamin.

    Selain itu, dia juga menilai memang seharusnya  pengajuan eksepsi dari kuasa hukum terdakwa kasus suap Pinangki disampaikan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

    MUHAMMAD BAQIR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.