Kemenkes Hapus Markas Paspampres dari Daftar Klaster Baru Penyebaran Covid-19

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) saat melakukan simulasi pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 18 Oktober 2019. Simulasi pengamanan tersebut dilakukan menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang akan dilaksanakan pada Minggu, 20 Oktober 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) saat melakukan simulasi pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 18 Oktober 2019. Simulasi pengamanan tersebut dilakukan menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang akan dilaksanakan pada Minggu, 20 Oktober 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menghapus Markas Paspampres dari daftar klaster baru penyebaran Covid-19. Sebelumnya, Markas Paspampres masuk dalam sembilan klaster baru penularan Covid-19 berdasarkan data yang diunggah di laman resmi Kemkes.go.id, Rabu, 23 September 2020.

    Belakangan, Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan Sumber Daya Manusia Kesehatan, Mariya Mubarika, mengklarifikasi bahwa terdapat kesalahan teknis saat penginputan data. Markas Paspampres tidak termasuk klaster baru. Daftar klaster baru yang dirilis di situs Kemkes.go.id pun diperbarui, Markas Paspampres dihapus dari daftar dan tertinggal hanya delapan klaster baru.

    "Kasus di Markas Paspampres 0. Sebelumnya ada kesalahan teknis saat input data, karena semua terinput otomatis pakai mesin bukan manual. Ke depan akan kami cek ulang sebelum merilis data," ujar Mariya saat dihubungi Tempo, Rabu, 23 September 2020.

    Sebelum Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mencatat Markas Paspampres sebagai klaster Covid-19. Dari data situs corona.jakarta.go.id per 18 September, tercatat ada 27 orang positif corona di Paspampres.

    Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres), Maruli Simanjuntak menyebut data tersebut tidak valid. "Mungkin salah ketik. Lihat saja tabel datanya, nama klasternya kepolisian, tapi kolom berikutnya Paspampres," ujar Maruli.

    Secara organisasi, Paspampres bukan di bawah struktur Kepolisian melainkan di bawah struktur Mabes TNI. Maruli menduga, kesalahan data di Pemda itu pada akhirnya mempengaruhi data di pusat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Liburan Lalu

    Tak hendak mengulang lonjakan penambahan kasus Covid-19 akibat liburan 28 Oktober 2020 mendatang, pemerintah menerapkan beberapa strategi.