Muktamar ke-34 PBNU Diundur Jadi Akhir Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PBNU terpilih KH. Said Aqil Siradj (kanan) didampingi Rais Aam Syuriah PBNU KH. Maruf Amin tersenyum ketika dirinya kembali terpilih sebagai ketua umum pada Muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur, 6 Agustus 2015. Berdasarkan hasil muktamar tersebut, Said Aqil Siradj terpilih kembali menjadi Ketua PBNU periode 2015-2020 secara aklamasi. ANTARA/Zabur Karuru

    Ketua Umum PBNU terpilih KH. Said Aqil Siradj (kanan) didampingi Rais Aam Syuriah PBNU KH. Maruf Amin tersenyum ketika dirinya kembali terpilih sebagai ketua umum pada Muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur, 6 Agustus 2015. Berdasarkan hasil muktamar tersebut, Said Aqil Siradj terpilih kembali menjadi Ketua PBNU periode 2015-2020 secara aklamasi. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan pelaksanaan Muktamar ke-34 NU akan digelar pada akhir tahun depan. "Insya Allah akhir tahun depan," kata Said Aqil dalam konferensi besar NU yang dilaksanakan secara daring, Rabu, 23 September 2020.

    Muktamar semula dijadwalkan pada 22-27 Oktober 2020 di Lampung. Namun, karena ada pandemi Covid-19, Said Aqil mengatakan sejumlah pengurus wilayah dan cabang NU menyurati agar menunda pelaksanaan Muktamar.

    "34 PWNU dan 380 PCNU, artinya lebih dari 2 per 3 telah kirim surat persetujuan pengunduran pelaksanaan Muktamar," kata Said Aqil Siradj.

    Menurut Said Aqil, yang menjadi landasan untuk mengundurkan pelaksanaan Muktamar ke-34 adalah masalah keselamatan jiwa. Ia menegaskan tidak ada kepentingan apapun dalam menyetujui usulan tersebut.

    "Tidak ada kepentingan saya menikmati periode ini tambah 1 tahun. Sedikitpun tidak ada, tidak terlintas di benak saya," ujarnya.

    Selain itu, Said Aqil menilai kurva kasus Covid-19 belum melandai. Bahkan, jumlah kasusnya semakin bertambah. Ia pun meminta para pengurus tetap aktif menjalankan kerja organisasi di bidang dakwah, sosial, dan kemasyarakatan dengan kewaspadaan dan hati-hati.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggunaan Masker Bagi Sebagian Orang Bisa Menimbulkan Jerawat

    Saat pandemi seperti sekarang ini penggunaan masker adalah hal yang wajib dilakukan.