Terawan Gunakan Eks Laboratorium Flu Burung untuk Produksi Vaksin Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai Philipp Hoffmann, dari perusahaan biofarmasi Jerman CureVac, menunjukkan alur kerja penelitian pada vaksin untuk penyakit virus Corona (COVID-19) di sebuah laboratorium di Tuebingen, Jerman, 12 Maret 2020. Foto diambil pada 12 Maret 2020. [REUTERS / Andreas Gebert]

    Pegawai Philipp Hoffmann, dari perusahaan biofarmasi Jerman CureVac, menunjukkan alur kerja penelitian pada vaksin untuk penyakit virus Corona (COVID-19) di sebuah laboratorium di Tuebingen, Jerman, 12 Maret 2020. Foto diambil pada 12 Maret 2020. [REUTERS / Andreas Gebert]

    TEMPO.CO, Jakarta - Eks laboratorium flu burung di Komplek Bio Farma Bandung akan dipakai menjadi tempat produksi vaksin Covid-19. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bersama Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir telah menandatangani perjanjian tentang Pemakaian Sementara Aset Eks Flu Burung pada Selasa, 22 September 2020.

    Terawan mengatakan skema yang digunakan untuk pemindahtanganan aset eks flu burung tersebut adalah skema penyertaan modal aset negara. Namun, skema tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh karenanya, melalui surat perjanjian pemakaian sementara, diharapkan aset tersebut dapat segera dipakai.

    “Mudah-mudahan pemakaian gedung dari ex flu burung ini, bisa digunakan dengan sebaik-baiknya dan mendapatkan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi apa yang dikerjakan oleh Biofarma,” ujar Terawan lewat keterangan tertulis yang dikutip dari laman resmi Kemkes.go.id, Rabu, 23 September 2020.

    Hal senada disampaikan Dirut Bio Farma Honesti Basyir, dengan diserahkanya pemakaian gedung eks flu burung kepada Bio Farma diharapkan dapat mempercepat proses produksi vaksin maupun RT-PCR kit. Sebab, untuk memproduksi dalam skala besar dibutuhkan lahan yang luas, sehingga dengan memakai gedung tersebut akan sangat membantu proses produksi.

    “Dengan penandatanganan perjanjian dan dukungan dari Kementerian Kesehatan ini, artinya ini akan segera kita proses lebih lanjut tentang penyertaan modal negara sehingga aset eks flu burung ini bisa segera kami manfaatkan,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Traveling Virtual di Masa Pandemi Covid-19

    Dorongan untuk tetap berjalan-jalan dan bertamasya selama pandemi Covid-19 masih tinggi.