Tujuh Persen Pasien Wisma Atlet Terpapar Covid-19 Meski Tak Keluar Rumah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah ambulans memasuki area RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Rabu, 16 Sepetember 2020. Pada Rabu (16/9) pagi tadi, tidak ada antrean ambulans menuju pintu masuk Rumah Sakit Wisma Atlet. Hanya sesekali ambulans masuk ke rumah sakit melewati jalur satu itu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sebuah ambulans memasuki area RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Rabu, 16 Sepetember 2020. Pada Rabu (16/9) pagi tadi, tidak ada antrean ambulans menuju pintu masuk Rumah Sakit Wisma Atlet. Hanya sesekali ambulans masuk ke rumah sakit melewati jalur satu itu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan 7 persen dari pasien yang diisolasi di Wisma Atlet terpapar Covid-19 meski mereka tak bepergian ke luar rumah.

    "Terdapat tujuh persen mereka yang dirawat adalah orang yang tidak ke luar rumah," kata Doni dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa, 22 September 2020.

    Doni mengatakan mereka kemungkinan terpapar dari anggota keluarga yang masih bepergian, tetapi tak memperhatikan protokol kesehatan ketika sudah kembali ke rumah. Maka dari itu, ia mewanti-wanti agar protokol kesehatan tetap diterapkan di dalam rumah.

    "Jadi bagi mereka yang tetap di rumah pun tetap waspada, harus hati-hati," ujar Doni.

    Data hingga hari ini mencatat ada 4.156 pasien yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Corona Wisma Atlet. Menurut Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan I) Kolonel Mar Aris Mudian, sebanyak 2.425 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat di tower 6 dan 7. Sisanya, 1.731 orang yang menjalani isolasi di tower 4 dan 5.

    Doni Monardo juga mengatakan orang-orang yang berpotensi menjadi carrier virus corona atau orang tanpa gejala (OTG) harus dipisahkan dari mereka yang memiliki komorbid. Ia kembali mengingatkan orang-orang komorbid sangat berisiko jika mereka terpapar Covid-19.

    Merujuk data Rumah Sakit Persahabatan, kata Doni, kematian karena Covid-19 dialami oleh mereka yang datang ke rumah sakit dalam kondisi berat dan kritis. Jika orang tersebut memiliki komorbid, Doni mengatakan kecil kemungkinan orang tersebut dapat selamat.

    "Inilah yang harus tetap kami ingatkan kepada masyarakat bahwa kelompok komorbid harus dipisahkan dari yang bekerja yang bisa saja terpapar Covid-19 tetapi tidak mengalami gejala apa-apa," ujar dia.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Liburan Lalu

    Tak hendak mengulang lonjakan penambahan kasus Covid-19 akibat liburan 28 Oktober 2020 mendatang, pemerintah menerapkan beberapa strategi.