Doni Monardo: 7 Persen Pasien Wisma Atlet Positif Covid-19 Tanpa Keluar Rumah

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Gugus Tugas Nasional COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo dan Menko PMK Muhadjir Effendy di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Rabu, 10 Juni 2020. ANTARA/POOL/Sigid Kurniawan

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Gugus Tugas Nasional COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo dan Menko PMK Muhadjir Effendy di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Rabu, 10 Juni 2020. ANTARA/POOL/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan 7 persen dari pasien yang diisolasi di Wisma Atlet positif Covid-19 meski mereka tak bepergian ke luar rumah. Doni mengatakan data ini didapat dari survei terhadap pasien Wisma Atlet beberapa pekan lalu.

    "Terdapat tujuh persen mereka yang dirawat adalah orang yang tidak ke luar rumah," kata Doni dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa, 22 September 2020.

    Doni mengatakan mereka kemungkinan terpapar dari anggota keluarga yang masih bepergian, tetapi tak memperhatikan protokol kesehatan ketika sudah kembali ke rumah. Maka dari itu, ia mewanti-wanti agar protokol kesehatan tetap diterapkan di dalam rumah.

    "Jadi bagi mereka yang tetap di rumah pun tetap waspada, harus hati-hati," ujar Doni.

    Data hingga hari ini mencatat ada 4.156 pasien yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Corona Wisma Atlet. Menurut Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan I) Kolonel Mar Aris Mudian, sebanyak 2.425 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat di tower 6 dan 7. Sisanya, 1.731 orang yang menjalani isolasi di tower 4 dan 5.

    Doni Monardo juga mengatakan orang-orang yang berpotensi menjadi carrier virus corona atau orang tanpa gejala (OTG) harus dipisahkan dari mereka yang memiliki komorbid. Ia kembali mengingatkan orang-orang komorbid sangat berisiko jika mereka terpapar Covid-19.

    Merujuk data Rumah Sakit Persahabatan, kata Doni, kematian karena Covid-19 dialami oleh mereka yang datang ke rumah sakit dalam kondisi berat dan kritis. Jika orang tersebut memiliki komorbid, Doni Monardo mengatakan kecil kemungkinan orang tersebut dapat selamat.

    "Inilah yang harus tetap kami ingatkan kepada masyarakat bahwa kelompok komorbid harus dipisahkan dari yang bekerja yang bisa saja terpapar Covid-19 tetapi tidak mengalami gejala apa-apa," ujar dia.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.