KPU: Calon Kepala Daerah yang Positif Covid-19 Tinggal 13 Orang

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisioner KPU Viryan Azis dan Evi Novida Ginting didampingi anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar memeriksa dokumen rekapitulasi suara Sulawesi Selatan di Kantor KPU RI, Jakarta, Ahad, 19 Mei 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Komisioner KPU Viryan Azis dan Evi Novida Ginting didampingi anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar memeriksa dokumen rekapitulasi suara Sulawesi Selatan di Kantor KPU RI, Jakarta, Ahad, 19 Mei 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Evi Novida Ginting mengatakan jumlah calon kepala daerah yang positif Covid-19 terus berkurang. Per hari ini, tinggal 13 orang calon yang belum sembuh.

    "Data per tanggal 22 September 2020 pukul 10.09 WIB," kata Evi lewat pesan singkat, Selasa, 22 September 2020.

    Jumlah ini menurun drastis dibandingkan data Rabu pekan lalu, 16 September 2020, yang menunjukkan ada 59 orang calon kepala daerah terkonfirmasi positif Covid-19.

    Dari data yang Evi berikan, 13 calon kepala daerah yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebar di 12 kabupaten/kota. Sebanyak delapan orang calon kepala daerah dan lima orang calon wakil kepala daerah di Pilkada 2020.

    Berikut adalah rinciannya:

    1. Kota Sibolga, Bakal Calon Wakil Kepala Daerah

    2. Serdang Bedagai, Bakal Calon Kepala Daerah

    3. Kepulauan Meranti, Bakal Calon Wakil Kepala Daerah

    4. Sidoarjo, Bakal Calon Wakil Kepala Daerah 

    5. Kota Surabaya, Bakal Calon Kepala Daerah

    6. Malang, Bakal Calon Kepala Daerah

    7. Berau, Bakal Calon Kepala Daerah

    8. Nunukan, Bakal Calon Wakil Kepala Daerah

    9. Bolaang Mongondow Selatan, Bakal Calon Kepala Daerah

    10. Bolaang Mongondow Selatan, Bakal Calon Wakil Kepala Daerah

    11. Yahukimo, Bakal Calon Kepala Daerah

    12. Sorong Selatan, Bakal Calon Kepala Daerah

    13. Manokwari Selatan, Bakal Calon Kepala Daerah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.