Bali Menambah 10 Hotel untuk Karantina Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membersihkan ruangan di sebuah hotel di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2020. Selain itu, pembersihan dengan disinfektan di seluruh fasilitas hotel juga dilakkukan, terutama untuk barang-barang yang selalu disentuh tamu, juga dilakukan secara berkala setiap tiga jam sekali. TEMPO/Subekti.

    Pekerja membersihkan ruangan di sebuah hotel di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2020. Selain itu, pembersihan dengan disinfektan di seluruh fasilitas hotel juga dilakkukan, terutama untuk barang-barang yang selalu disentuh tamu, juga dilakukan secara berkala setiap tiga jam sekali. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Made Rentin mengatakan Bali akan menambah 10 hotel untuk dijadikan tempat karantina khusus bagi penderita pasien Covid-19 tanpa gejala (asimptomatik) dan gejala ringan.

    "Melihat perkembangan kasus positif Covid-19 semakin meningkat, sesuai arahan Sekda Bali, kami akan menyiapkan 10 titik hotel yang akan digunakan sebagai tempat karantina," kata I Made Rentin, Senin, 21 September 2020. Ia menjelaskan dari 10 hotel ini satu akan dikelola langsung oleh pemerintah provinsi dan sembilan sisanya akan dikelola oleh masing-masing pemerintah kabupaten/kota.

    Hal ini dilakukan sebagai upaya mengakomodasi kasus orang tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan yang sebelumnya menjalani isolasi di rumah. Menurut I Made Rentin, jika tidak disiplin masih diprediksi akan menjadi celah penyebaran Covid-19 di lingkungan keluarga.

    "Yang positif dengan gejala ringan atau OTG mungkin saja sudah disiplin untuk mengisolasi dirinya, namun belum tentu dengan keluarga mereka," ujar Rentin.

    Selain itu, Rentin menambahkan, tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat dan dokter yang menangani dan bersentuhan langsung dan pasien Covid-19 juga diprioritaskan mendapatkan hotel tempat isolasi.

    Untuk saat ini dari 157 kapasitas kamar yang tersedia dari tiga tempat karantina, yakni Diklat BPK Pering, Bapelkesmas dan Wisma Bima terisi 88 kamar. Sisanya tersebar di 17 rumah sakit rujukan lainnya.

    Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali mencatat hingga Senin, 21 September 2020 jumlah pasien Covid-19 yang sudah sembuh secara kumulatif sebanyak 6.418 orang atau sebesar 81,36 persen dari total kasus terkonfirmasi.

    Sedangkan secara kumulatif kasus terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi 7.888 orang. Sementara jumlah kumulatif pasien yang meninggal di Bali karena Covid-19 menjadi 222 orang (2,81 persen).

    Untuk kasus aktif atau pasien dalam perawatan hingga Senin ini menjadi 1.248 orang (15,82 persen) yang tersebar di 17 RS dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Fakta Begal Sepeda

    Begal Sepeda yang mulai berkeliaran di Jakarta mulai meresahkan warga Ibu Kota.