Pendeta di Papua Tertembak, Gereja akan Temui Pangdam Cenderawasih Hari Ini

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab (kedua kiri) didampingi Bupati Jayawijaya John Richard Banua (kiri) menyalami anggota Brimob Polri di sela-sela upacara apel gabungan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin 14 Oktober 2019. TNI dan Polri bersinergi untuk meningkatkan pengamanan di Wamena. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab (kedua kiri) didampingi Bupati Jayawijaya John Richard Banua (kiri) menyalami anggota Brimob Polri di sela-sela upacara apel gabungan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin 14 Oktober 2019. TNI dan Polri bersinergi untuk meningkatkan pengamanan di Wamena. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pimpinan Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) wilayah Papua akan menemui Panglima Komando Daerah Militer Cenderawasih, Papua, hari ini, Selasa, 22 September 2020.

    Kunjungan ini menyusul peristiwa meninggalnya Pendeta Yeremia Zanambani yang diduga ditembak oknum Tentara Nasional Indonesia di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

    "Pimpinan wilayah akan menemui pihak Pangdam besok (hari ini). Kami akan sampaikan semua hasil temuan kami dari lapangan," kata Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daniel Ronda kepada Tempo, Senin, 21 September 2020.

    Daniel mengatakan GKII telah mendapat informasi berupa keterangan para saksi di lapangan. Menurut dia, para saksi menyampaikan bahwa Pendeta Yeremia diduga ditembak oleh oknum TNI yang tengah menggelar operasi di Distrik Hitadipa.

    Daniel mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu pekan lalu, 19 September 2020 sore. Kala itu, Yeremia tengah menuju kandang babi miliknya yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah. Distrik Hitadipa memang sudah sepi lantaran adanya operasi TNI di sana.

    Menurut Daniel, TNI menggelar operasi karena sehari sebelumnya seorang aparat TNI dilaporkan ditembak dan senjatanya dirampas. Dalam keterangannya, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria menyebut anggotanya ditembak oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB).

    GKII pun mendesak TNI menginvestigasi peristiwa ini secara terbuka dan transparan. Daniel mengatakan aparat dan pemerintah juga harus memperjuangkan masyarakat Hitadipa yang kini bersembunyi karena ketakutan untuk bisa kembali ke kampung mereka.

    Daniel mengatakan Yeremia tokoh rohani sekaligus tokoh Suku Moni yang sangat dihormati dan dicintai. Menurut Daniel, peristiwa meninggalnya Yeremia ini menimbulkan luka mendalam bagi masyarakat Papua.

    "Itu menimbulkan susah kepada kami pimpinan sinode untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada parat dan pemerintah. Ini akan semakin dalam lukanya," kata dia.

    Daniel pun meminta agar kejadian semacam ini tak terulang. Dia berharap agar tak ada lagi warga sipil yang menjadi korban, terlebih para tokoh rohani yang sangat dihormati dan dicintai. Menurut ia, TNI harus dapat membedakan mana warga sipil dan mana kelompok bersenjata.

    "Kami berharap ini jangan diulang lagi, kami berharap TNI mengetahui mana rakyat sipil mana KKB, jadi mereka harus tahu hal-hal seperti itu," kata dia.

    Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kapen Kogabwihan) III, Kolonel Czi IGN Suriastawa sebelumnya menyebut Pendeta Yeremia meninggal ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Suriastawa menuding KKB menyebar fitnah bahwa TNI yang melakukan penembakan.

    "Mereka sedang mencari momen menarik perhatian di Sidang Umum PBB akhir bulan ini," kata Suriastawa dalam keterangan tertulis, Ahad, 20 September 2020.

    Adapun Kepala Penerangan Komando Daerah Militer Cenderawasih XVII Letnan Kolonel Reza Patria mengaku belum mendapat informasi detail terkait peristiwa tersebut. Reza mengakui ada dua versi informasi yang beredar ihwal pelaku penembakan. "Kami masih melakukan pendalaman," kata Reza kepada Tempo, Senin, 21 September 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Traveling saat Pandemi Covid-19

    Berikut tips untuk tetap waspada pandemi Covid-19 meski sedang liburan.