Polisi Dinilai Tertutup Mengusut Kasus Pembunuhan Jurnalis Demas Laira

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelompok Jurnalis menunjukkan poster saat melakukan aksi terkait kekerasan terhadap Jurnalis di Taman Aspirasi, Jakarta, Kamis, 26 September 2019. Aksi tersebut dilakukan untuk meminta pertanggung jawaban kepada pelaku kekerasan dan perampasan alat kerja wartawan yang dilakukan oleh oknum Kepolisian. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Kelompok Jurnalis menunjukkan poster saat melakukan aksi terkait kekerasan terhadap Jurnalis di Taman Aspirasi, Jakarta, Kamis, 26 September 2019. Aksi tersebut dilakukan untuk meminta pertanggung jawaban kepada pelaku kekerasan dan perampasan alat kerja wartawan yang dilakukan oleh oknum Kepolisian. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Pencari Fakta pembunuhan jurnalis Demas Laira menilai kepolisian lamban dalam mengusut perkara ini. Sudah sebulan sejak Demas dibunuh pada 20 Agustus 2020, hingga kini polisi belum menemukan pelakunya.

    “Kami mendesak kepolisian untuk menyammpaikan perkembangan penyidikan, kasus ini terkesan dibiarkan tanpa adanya kejelasan,” kata pemimpin TPF, Anhar lewat keterangan tertulis, Senin, 21 September 2020. TPF ini dibentuk Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

    Anhar yang juga Ketua AMSI Wilayah Sulawesi Barat ini mengatakan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Barat, Inspektur Jenderal Budi Sampurna pernah berjanji akan segera menggelar ekspose hasil penyelidikan.  

    Selain itu, sepekan setelah kejadian, Kepala Kepolisian Resor Mamuju Tengah, Ajun Komisaris Muhammad Zakiy juga mengatakan polisi telah mengirim barang bukti berupa sepatu dan CCTV ke laboratorium forensik di Makassar. Akan tetapi, saat ini tidak ada kabar mengenai hasilnya.

    Anhar mendesak Polres Mamuju Tengah dan Polda Sulawesi Barat tidak membiarkan kasus Demas berlarut-larut. Ia meminta kepolisian memberikan informasi perkembangan pengusutan kasus ini.

    Demas Laira, 28 tahun, jurnalis media siber sulawesion.com ditemukan tewas di jalur Trans Mamuju Palu, Desa Tasokko, Kecamatan Karossa pada 20 Agustus 2020. Di tubuhnya ditemukan 17 luka tusukan.

    AMSI, organisasi bernaungnya sulawesion.com, membentuk TPF untuk mengumpulkan dan memverifikasi informasi terkait pembunuhan Demas Laira. TPF meminta masyarakat yang memiliki informasi mengenai pembunuhan ini untuk menghubungi posko yang telah dibentuk.

    Masyarakat dapat mendatangi posko TPF di Kantor AMSI Sulawesi Barat, Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di Cafe Almira, di depan SMA 2 Mamuju atau menghubungi nomor 085379453003.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto