Perkumpulan Sejarawan Minta Mata Pelajaran Sejarah Dipertahankan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu 8 Juli 2020. (ANTARA/HO- Humas Kemendikbud)

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu 8 Juli 2020. (ANTARA/HO- Humas Kemendikbud)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Pusat Masyarakat Sejarawan Indonesia (PP-MSI) meminta agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar mempertahankan mata pelajaran sejarah. Mereka menegaskan bahwa mata pelajaran ini berperan penting dalam memberikan arah dan inspirasi bagi penyelesaian masalah kebangsaan.

    Selain itu, sejarah juga memberikan rujukan nyata dan teladan bagi generasi muda, meningkatkan apresiasi terhadap karya para pendahulu, memberikan perspektif dan ukuran untuk menilai perjalanan bangsa.

    "Dalam hal itu pelajaran sejarah memang sangat menentukan dalam proses pendidikan secara keseluruhan," Ketua Umum Masyarakat Sejarawan Indonesia Hilmar Farid dalam keterangan tertulis, Ahad, 20 September 2020.

    Hilmar menegaskan bahwa pelajaran ini sangat krusial di masyarakat dan harus tetap ada. Hilmar juga meminta setiap siswa di setiap jenjang pendidikan, baik yang bersifat umum maupun kejuruan, mendapatkan pendidikan sejarah dengan kualitas yang sama.

    "Pelajaran sejarah tetap dipertahankan sebagai pelajaran wajib di sekolah menengah karena merupakan instrumen strategis untuk membentuk identitas dan karakter siswa," kata Hilmar.

    Hilmar mengatakan PP-MSI menyambut baik sikap Kemendikbud yang menyambut kritik dan penolakan yang sempat berkembang. Kemendikbud sudah memberikan keterangan resmi bahwa pemerintah sama sekali tidak berencana menghilangkan pelajaran sejarah dari kurikulum.

    Mereka mengatakan bahwa isu penghilangan mata pelajaran ini bagian dari rencana penyederhanaan kurikulum yang tengah digodok Kemendikbud. PP-MSI sendiri tetap menyambut adanya penyederhanaan kurikulum ini, tanpa harus menghilangkan sejarah.

    "Penyederhanaan kurikulum hendaknya dilakukan dengan orientasi peningkatan mutu pelajaran dan disertai peningkatan kompetensi guru," kata Hilmar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Cuitan Penyebab Polisi Mengira Syahganda Dalang Demo UU Cipta Kerja

    Polisi menangkap Syahganda Nainggolan sebagai dalang kerusuhan UU Cipta Kerja.