Komunikasi Pemerintah Soal Covid-19 Kena Kritik, Disebut Mirip Donald Trump

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar videotrone yang menampilkan pesan Covid-19 di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta, Jumat, 18 September 2020. Layar videotrone tersebut juga menampilkan pesan mengenang para dokter yang gugur dalam menangani pandemi tersebut. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Layar videotrone yang menampilkan pesan Covid-19 di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta, Jumat, 18 September 2020. Layar videotrone tersebut juga menampilkan pesan mengenang para dokter yang gugur dalam menangani pandemi tersebut. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar pandemi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Pandu Riono, mengkritik pemerintah tidak melakukan komunikasi risiko yang baik kepada publik selama menangani pandemi Covid-19. Menurut Pandu, gaya komunikasi pemerintah mirip seperti yang dilakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    "Lihat saja gugus tugas (kini Satgas Covid-19) itu, pendekatannya psikologis supaya publik tidak panik. Ini sama seperti yang dilakukan Trump. Saya enggak tahu, apa Trump mempengaruhi Indonesia atau kita mendapat masukan dari konsultan orang-orangnya Trump," ujar Pandu dalam diskusi daring yang dilakukan ILUNI UI, Sabtu, 19 September 2020.

    Pemerintah, kata Pandu, membuat pandemi Covid-19 seolah-olah hanya masalah pemerintah yang bisa diselesaikan dengan regulasi. "Tidak dilakukan edukasi publik dengan komunikasi risiko yang baik. Padahal komunikasi itu tulang punggung," ujar Pandu.

    Setelah enam bulan pandemi Covid-19, ujar Pandu, pemerintah baru melakukan kampanye publik Gerakan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) yang notabene sudah sangat terlambat.

    "Seharusnya publik dilibatkan dari awal. Ini kan tidak, sehingga kasus di Indonesia terus melonjak," tutur Pandu.

    Per 18 September 2020, kasus positif Covid-19 di Indonesia telah mencapai 236.519 kasus dengan jumlah pasien meninggal 9.336 orang dan pasien sembuh berjumlah 170.744 orang. Rata-rata kasus aktif di Indonesia pun lebih tinggi dari angka dunia, begitu pula dengan rata-rata angka kematian pasien Covid-19.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Traveling Virtual di Masa Pandemi Covid-19

    Dorongan untuk tetap berjalan-jalan dan bertamasya selama pandemi Covid-19 masih tinggi.