Alasan Jokowi Tetapkan Prioritas Penanganan Covid-19 di 9 Provinsi Ini

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Satpol PP berjaga saat Operasi Yustisi Protokol COVID-19 di kawasan Jati Padang, Jakarta, Kamis, 17 September 2020. Polda Metro Jaya mencatat hingga Selasa (15/9) telah memberikan sanksi terhadap 9.734 pelanggar PSBB Jakarta dengan nilai denda sebesar Rp88,6 juta. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Anggota Satpol PP berjaga saat Operasi Yustisi Protokol COVID-19 di kawasan Jati Padang, Jakarta, Kamis, 17 September 2020. Polda Metro Jaya mencatat hingga Selasa (15/9) telah memberikan sanksi terhadap 9.734 pelanggar PSBB Jakarta dengan nilai denda sebesar Rp88,6 juta. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah telah menetapkan sembilan provinsi yang menjadi prioritas dalam penanganan Covid-19 di Indonesia. Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menugaskan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk mengurus sembilan provinsi ini.

    Juru bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, menjelaskan ada sejumlah pertimbangan Presiden Jokowi memprioritaskan 9 provinsi ini.

    "Pertama, berdasarkan jumlah kasus aktif. Kedua, laju kecepatan penambahan kasus. Ketiga, persentase kematian. Keempat, laju kematian. Terakhir, karakteristik wilayah," ujar Wiku melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis 17 September 2020.

    Berikut ini sembilan provinsi prioritas penanganan Covid-19 beserta pertimbangannya:

    1. Sumatera Utara

    Di Sumatera Utara ini cenderung terjadi peningkatan status risiko kabupaten/kotanya pada seminggu terakhir. Sebanyak 27 dari 33 kabupaten/kota berzona oranye, dan hanya satu kabupaten/kota yang tidak terdampak, yaitu Kabupaten Nias.

    "Penyumbang 50 persen kasus aktif terpusat pada satu daerah, yaitu Kota Medan. Kami mohon, kepala daerah untuk menekan kasus di kota ini," ujar Wiku.

    2. DKI Jakarta

    Ibu kota menempati posisi kedua kenaikan kasus kumulatif tertinggi dan provinsi dengan jumlah kasus tertinggi. Tidak ada wilayah di DKI Jakarta yang berstatus zona hijau maupun kuning, semua masuk dalam zona merah dan oranye.

    3. Jawa Barat

    Mayoritas kasus di Jawa Barat berasal dari lima kabupaten/kota penyangga DKI Jakarta, yakni; Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok. Lima daerah ini menyumbang 70 persen dari total kasus di Jawa Barat. "Tidak ada kabupaten/kota yang berzona hijau, dan kenaikan kasus positif sebesar 9,3 persen selama seminggu terakhir ini," ujar Wiku.

    4. Jawa Tengah

    Persentase kematian di Jawa Tengah lebih tinggi daripada persentase nasional. Sementara itu, 30 daerah di Jawa Tengah juga berstatus zona oranye. Lebih dari setengah kasus positif berasal dari Kota Semarang.

    5. Jawa Timur

    Sama seperti Jawa Tengah, persentase kematian di Jawa Timur juga lebih tinggi dari persentase nasional. Sebanyak 35 persen kasus positif ditemukan di Kota Surabaya. Mayoritas daerah di Jawa Timur juga berstatus zona oranye. Provinsi ini menempati peringkat keempat laju kematian tertinggi.

    6. Bali

    Provinsi Bali mengalami kenaikan kasus positif mingguan yang cukup signifikan selama 4 minggu berturut-turut. Kasus kematian akibat Covid-19 di Bali juga mengalami kenaikan dalam satu minggu terakhir. "Bali juga menduduki peringkat keempat dari provinsi dengan insidensi kasus tertinggi, yaitu 171,39 per 100 ribu penduduk. Kenaikan kematian tertinggi selama 1 minggu terakhir, yaitu 72 persen," kata Wiku.

    7. Kalimantan Selatan

    Terdapat kenaikan kasus positif di Kalimantan Selatan. Proporsi kasus kematiannya pun mencapai lebih dari 4 persen. "Kenaikan kasus positif sebesar 10,3 persen. Peningkatan kasus ini tinggi terdapat di Kota Banjarmasin, Kabupaten Kota Baru, dan Kabupaten Tapin. Proporsi angka kematiannya untuk Kalimantan Selatan adalah 4,16 persen," ujar Wiku.

    8. Sulawesi Selatan

    Peningkatan kasus positif terjadi di Sulawesi Selatan selama empat minggu sebelumnya, dan pada minggu terakhir mengalami penurunan. Terdapat tiga wilayah dengan kenaikan kasus yang signifikan, yaitu Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Kepulauan Selayar," ujar Wiku. Kota Makassar menyumbang lebih dari setengah kasus positif di Sulawesi Selatan.

    9. Papua

    Kenaikan kasus terjadi secara signifikan selama lima pekan terakhir di Papua. Angka kesembuhan pun dilaporkan menurun. Masih ada 13 daerah yang berstatus zona hijau sekitar 44,8persen, dan zona risiko sedang berkurang menjadi 8 kabupaten/kota atau 27,69 persen. Sedangkan zona risiko rendah bertambah menjadi 8 kabupaten/kota yaitu 27,59 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto