MAKI Sebut Pecah Kongsi Para Makelar Penyebab Kasus Djoko Tjandra Terbongkar

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra yang ditangkap di Malaysia tiba di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020. Bareskrim Polri menangkap terpidana kasus hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra yang telah buron selama 11 tahun di Malaysia. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra yang ditangkap di Malaysia tiba di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020. Bareskrim Polri menangkap terpidana kasus hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra yang telah buron selama 11 tahun di Malaysia. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyebut ada pecah kongsi di antara para makelar kasus Djoko Tjandra

    Boyamin mengatakan para makelar atau king maker ini kesal karena Djoko memutus kontrak dengan mereka terkait fatwa bebas di Mahkamah Agung.

    "Justru terbongkarnya kasus ini ada 30 atau 40 persen terbongkar dari kelompok king maker ini," kata Boyamin dalam webinar yang digelar Nagara Institute, Kamis 17 September 2020.

    Makelar ini, kata Boyamin, awalnya adalah kelompok yang menawarkan fatwa bebas kepada Djoko. Saat itu, terpidana kasus Bank Bali ini ingin kembali ke Indonesia. Ia kemudian menjalin kerja sama dengan para makelar agar bisa mengantongi vonis bebas di MA.

    Boyamin menyebut Djoko akan membayar jasa king maker sebesar Rp 140 miliar. Namun, para makelar ini malah tersingkir.

    Djoko lebih memilih ide pengacara Anita Kolopaking agar mengajukan peninjauan kembali (PK). "Merasa tidak dilibatkan lagi, merasa tersingkir, ya otomatis gambarannya timnya tidak akan mendapat rezeki," tuturnya.

    Terbongkarnya kasus ini menurut Boyamin karena adanya pecah kongsi. King maker, kata dia, membongkar ini karena merasa ditinggalkan. "Ada frasa kalau gua enggak makan, lu enggak makan," ujarnya.

    Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah pernah menyebut Djoko memang memutus kerja sama dalam pengurusan fatwa bebas MA. 

    Kala itu, Djoko menjalin kerja sama dengan Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan Andi Irfan Jaya putus. "Ternyata Djoktjan curiga, sehingga putus urusan fatwa," ujar Febrie pada 3 September 2020 lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.