TNI AD Pastikan Tak Ada Lagi Antrean Ambulans ke Wisma Atlet Kemayoran

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mobil ambulans melapor saat mengantar pasien virus Corona di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Rabu, 16 Sepetember 2020. Antrean ambulans dalam video yang sempat viral tersebut terjadi lantaran akses pintu masuk Wisma Atlet hanya dibuka satu jalur. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas mobil ambulans melapor saat mengantar pasien virus Corona di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Rabu, 16 Sepetember 2020. Antrean ambulans dalam video yang sempat viral tersebut terjadi lantaran akses pintu masuk Wisma Atlet hanya dibuka satu jalur. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Kesehatan TNI AD Mayor Jenderal Tugas Ratmono memastikan tidak akan ada lagi antrean ambulans ke RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, seperti di video yang viral beberapa waktu lalu.

    “Kami sudah menggunakan dua pintu untuk keluar masuk. Bersama satgas lain, mereka bantu memperlancar masuk ke Wisma Atlet, sehingga antrean saat ini tidak terjadi lagi,” kata Tugas dalam diskusi di akun Youtube BNPB, Kamis, 17 September 2020.

    Tugas mengatakan, antrean ambulans yang videonya viral beberapa waktu lalu terjadi karena hanya ada satu pintu untuk keluar masuk Wisma Atlet. Namun, sekitar 1 jam, antren bisa terurai.

    Dibandingkan hari-hari sebelumnya, kata Tugas, ambulans yang membawa pasien Covid-19 pada Selasa malam itu memang lebih banyak dari biasanya. Tetapi, ia memastikan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet masih mampu menampung pasien yang akan isolasi mandiri maupun yang bergejala ringan dan sedang.

    Untuk mencegah antrean terjadi lagi, Tugas mengatakan bahwa tim gabungan membuat dua jalur. Jalur pertama menuju tower 6 dan 7 untuk pasien Covid-19 gejala ringan dan sedang. Sedangkan jalur kedua menuju tower 5 untuk pasien tanpa gejala.

    “Dengan pengaturan ini akan membuat kenyamanan, tidak ada crowded antrean lagi dan semua lancar,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.