Selasa, 22 September 2020

Soal Aturan Pam Swakarsa, Polri: Kita Sudah Mengenalnya Tak Perlu Didramatisir

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono. ANTARA/ HO-Polri

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono. ANTARA/ HO-Polri

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI menilai keputusan pimpinan menghidupkan kembali istilah Pam Swakarsa tak perlu dilebih-lebihkan oleh masyarakat.

    Sebab, menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono, Pam Swakarsa bukanlah hal yang baru.

    "Karena memang dari dulu kita semua sudah mengenal itu dan juga sudah ada dalam peraturan perundang-undangan. Jadi sebenarnya tidak perlu didramatisir terkait pergantian baju ini," ujar Awi di kantornya, Jakarta Selatan, pada Kamis, 17 September 2020.

    Awi menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi dan rapat sebelum menerbitkan Peraturan Kepala Kepolisian RI (Perkap) Nomor 4 Tahun 2020 itu. Di mana, salah satu pertimbangannya adalah tidak seimbangnya antara jumlah personel kepolisian dengan jumlah penduduk Indonesia.

    Kapolri Jenderal Idham Azis meneken Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa atau Pam Swakarsa, pada 4 Agustus 2020 lalu.

    Pada perkap baru ini, pengamanan didefinisikan sebagai pengemban fungsi kepolisian yang diadakan atas kemauan, kesadaran, dan kepentingan masyarakat sendiri yang kemudian memperoleh pengukuhan dari Polri. Di lapangan, mereka terdiri dari Satuan Pengamanan alias Satpam dan Satuan Keamanan Lingkungan atau Satkamling.

    Namun, terdapat Pengamanan yang berasal dari pranata sosial/kearifan lokal. Dijelaskan dalam Pasal 3 ayat 3 dan 4, Pam Swakarsa yang berasal dari pranata sosial/ kearifan lokal dapat berupa Pecalang di Bali; Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat; Siswa Bhayangkara; dan Mahasiswa Bhayangkara.

    Selain itu, perkap tersebut juga menginstruksikan pergantian warna seragam satpam. Jika semula warga seragam satpam adalah putih untuk dinas pagi hari dan biru tua untuk dinas malam hari, maka pada seragam baru diubah dengan warna cokelat. Pangkat masing-masing golongan terpampang di bahu kanan kiri satpam.

    Dalam sejarahnya, Pam Swakarsa muncul saat aksi demonstrasi pada masa reformasi pecah. Pengamanan ini di bawah komando ABRI, membantu aparat menahan gerakan massa aksi saat Sidang Istimewa MPR 1998. Tak ayal Pam Swakarsa akhirnya kerap terlibat bentrok dengan mahasiswa yang saat itu mendominasi massa aksi.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memiliki Tas Mewah

    Memilik tas mewah merupakan impian sebagian orang. Namun ada hal yang harus anda perhatikan ketika memiliki dan merawat tas mahal tersebut.