Mahfud Md Minta Petugas Pos Perbatasan Perketat Protokol Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Mahfud Md bersama delapan anggota Kompolnas lainnya usai menggelar rapat perdana, di Kantor Kemenko Polhukam hari ini, Rabu, 19 Agustus 2020. Foto: Istimewa

    Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Mahfud Md bersama delapan anggota Kompolnas lainnya usai menggelar rapat perdana, di Kantor Kemenko Polhukam hari ini, Rabu, 19 Agustus 2020. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md menginstruksikan para petugas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) mengetatkan pelayanan dan pengawasannya dengan mengikuti protokol kesehatan. Hal ini dalam rangka menangani dan mencegah penyebaran penyakit Covid-19 di wilayah perbatasan.

    "Seluruh petugas pelayanan yang terdepan beserta para pelintas agar mematuhi 3M: memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, serta berperilaku hidup bersih," katanya saat membuka webinar 'Mengelola Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan Menuju Indonesia Maju," Kamis, 17 September 2020.

    Menurut Mahfud dalam menghadapi pandemi virus corona ada dua hal yang bisa dilakukan: mencegah dan mengobati. "Upaya pengobatan sudah dilakukan," tuturnya.

    Sementara untuk upaya pencegahan, kata Mahfud, yang paling tepat adalah dengan vaksinasi. Namun, saat ini para ilmuwan masih mencari vaksin tersebut. Ia berharap di akhir tahun ini atau awal 2021 vaksin Covid-19 sudah bisa ditemukan.

    Sambil menunggu vaksin ini, Mahfud mengajak masyarakat agar menggunakan vaksin alami, yaitu memakai masker. "Dengan memakai masker kita bisa memperkecil risiko penularan. Jadi vaksin kita yang ada sekarang itu memakai masker," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.