Densus 88 Selidiki Kemungkinan Penusuk Syekh Ali Jaber Disuruh Orang Lain

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada kesempatan ini Syekh Ali Jaber juga titip pesan kepada Presiden Jokowi bahwa dirinya dalam keadaan sehat. Instagram/@mahfudmd

    Pada kesempatan ini Syekh Ali Jaber juga titip pesan kepada Presiden Jokowi bahwa dirinya dalam keadaan sehat. Instagram/@mahfudmd

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan kepolisian menurunkan penyidik dari Mabes Polri, dan Densus 88 untuk menyelidiki kasus penusukan Syekh Ali Jaber.

    "Penyidik dari Mabes Polri dan Densus juga turun ke sana (Lampung). Ingin melihat apakah tersangka ini melakukannya sendirian atau ada yang menyuruh atau ada orang lain," kata Argo dalam konferensi pers yang ditayangkan secara daring, Rabu 16 September 2020.

    Sampai saat ini, kata Argo, penyidik dari Polda Lampung sudah melakukan pemeriksaan terhadap 13 orang saksi. Saksi-saksi ini terdiri dari keluarga, saksi di tempat kejadian perkara, kemudian saksi dari panitia.

    Argo mengatakan mereka sudah mendapatkan hasil dari pemeriksaan baik saksi dan tersangka. Penyidik Polda Lampung lalu menaikkan ke tingkat penyidikan serta telah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan atau SPDP ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung.

    "Penyidik Polda Lampung sudah melakukan gelar perkara dan sudah menaikan ke penyidikan dan sudah mengirimkan SPDP ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung," tuturnya.

    Adapun menurut Kepala Divisi Humas Polda Lampung Zahwani Pandra Arsyad dalam proses penyelidikan pelaku mengaku bergerak atas kemauan sendiri, tidak ada perintah dari siapa pun. Pelaku juga tidak dalam pengaruh narkoba saat melakukan penusukan.

    "Tidak ada yang menyuruh sama sekali, bahkan tidak dalam pengaruh narkoba," ujar Pandra saat dihubungi, Rabu 16 September 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.