Polri Turunkan Densus 88 Selidiki Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Densus 88 membawa senjata lengkap saat menggeledah rumah terduga teroris di kawasan Cijagra, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 16 Oktober 2019. TEMPO/Prima Mulia

    Tim Densus 88 membawa senjata lengkap saat menggeledah rumah terduga teroris di kawasan Cijagra, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 16 Oktober 2019. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan kepolisian menurunkan penyidik dari Mabes Polri, dan Densus 88 untuk menyelidiki kasus penusukan Syekh Ali Jaber. Menurut Argo hal ini dilakukan apakah tersangka bergerak sendiri atau ada perintah.

    "Penyidik dari Mabes Polri dan Densus juga turun ke sana (Lampung). Ingin melihat apakah tersangka ini melakukannya sendirian atau ada yang menyuruh atau ada orang lain," kata Argo dalam konferensi pers yang ditayangkan secara daring, Rabu 16 September 2020.

    Sampai saat ini, kata Argo, penyidik dari Polda Lampung sudah melakukan pemeriksaan terhadap 13 orang saksi. Saksi-saksi ini terdiri dari keluarga, saksi di tempat kejadian perkara, kemudian saksi dari panitia.

    Argo mengatakan mereka sudah mendapatkan hasil dari pemeriksaan baik saksi dan tersangka. Penyidik Polda Lampung lalu menaikkan ke tingkat penyidikan serta telah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan atau SPDP ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung.

    "Penyidik Polda Lampung sudah melakukan gelar perkara dan sudah menaikkan ke penyidikan dan sudah mengirimkan SPDP ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung," tuturnya.

    Adapun menurut Kepala Divisi Humas Polda Lampung Zahwani Pandra Arsyad dalam proses penyelidikan pelaku mengaku bergerak atas kemauan sendiri, tidak ada perintah dari siapa pun. Pelaku juga tidak dalam pengaruh narkoba saat melakukan penusukan terhadap Syekh Ali Jaber.

    "Tidak ada yang menyuruh sama sekali, bahkan tidak dalam pengaruh narkoba," ujar Pandra saat dihubungi, Rabu 16 September 2020.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.