Sekda DKI Jakarta Saefullah Meninggal, Jokowi Sampaikan Duka Cita

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaca pembatas terpasang di meja oval tempat Presiden Jokowi melakukan tatap muka dengan para tamunya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020.  Sekretariat Presiden akan terus melakukan pengetatan protokol kesehatan di lingkungan Istana Kepresidenan. Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Kaca pembatas terpasang di meja oval tempat Presiden Jokowi melakukan tatap muka dengan para tamunya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020. Sekretariat Presiden akan terus melakukan pengetatan protokol kesehatan di lingkungan Istana Kepresidenan. Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo ikut menyatakan bela sungkawa atas meninggalnya Sekretaris Daerah atau Sekda DKI Jakarta Saefullah. Hal ini diungkapkan Jokowi lewat Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.

    "Saya atas nama Bapak Presiden RI mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhum Bapak Saefullah, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta," ujar Heru dalam keterangan tertulis, Rabu, 16 September 2020.

    Heru mengatakan Istana mendoakan semoga almarhum wafat dalam keadaan husnul khotimah, diterima semua amalan semasa hidupnya serta diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia pun mendoakan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan atas berpulangnya almarhum. "Semasa hidupnya, beliau adalah sahabat sekaligus rekan kerja yang baik," kata Heru.

    Saefullah meninggal setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta Pusat, setelah diketahui terpapar Covid-19. Ia diketahui sempat kritis sebelum menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 12.55 WIB siang tadi.

    Saefullah yang kelahiran Jakarta 56 tahun silam menjabat sebagai Sekda DKI Jakarta sejak 11 Juli 2014 atau dari era Gubernur Jokowi hingga Anies Baswedan.

    EGI ADYATAMA | FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.