Mendagri Tito Sampaikan Duka Cita Atas Wafatnya Sekda DKI Jakarta Saefullah

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan keterangan pers usai launching Gerakan 2 Juta Masker di Kantor Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2020. Gerakan 2 Juta Masker merupakan sebuah gerakan agar semakin banyak warga yang menggunakan masker untuk menghindari paparan Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan keterangan pers usai launching Gerakan 2 Juta Masker di Kantor Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2020. Gerakan 2 Juta Masker merupakan sebuah gerakan agar semakin banyak warga yang menggunakan masker untuk menghindari paparan Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Sekretaris Daerah atau Sekda DKI Jakarta Saefullah.

    “Kami keluarga besar Kemendagri dan BNPP turut berdukacita atas meninggalnya Bapak Saefullah, Sekda DKI Jakarta. Semoga almarhum ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi Allah SWT," kata Tito dalam keterangan tertulis, Rabu, 16 September 2020.

    Tito juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Menurut Tito, Saefullah merupakan pribadi yang baik, pekerja keras dalam melaksanakan tugas dan menjadi teladan bagi jajaran ASN di Pemprov DKI Jakarta.

    Saefullah meninggal pada Rabu siang, pukul 12.55 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Ia dirawat di rumah sakit lebih dari sepekan karena terinfeksi Covid-19. Gubernur Anies Baswedan membenarkan Sekda DKI Saefullah dan Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto positif Covid-19.

    Saefullah yang kelahiran Jakarta 56 tahun silam menjabat sebagai Sekda DKI Jakarta sejak 11 Juli 2014 atau dari era Gubernur Joko Widodo (Jokowi) hingga Anies Baswedan.

    FRISKI RIANA | IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.