Syekh Ali Jaber Ditusuk, Menag Fachrul Minta Pengundang Jamin Keamanan Pendakwah

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Fachrul Razi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2020. Dalam rapat kerja tersebut, Menteri Agama Fachrul Razi meminta maaf kepada DPR karena mengambil keputusan sepihak terkait pembatalan haji tahun 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Agama Fachrul Razi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2020. Dalam rapat kerja tersebut, Menteri Agama Fachrul Razi meminta maaf kepada DPR karena mengambil keputusan sepihak terkait pembatalan haji tahun 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Fachrul Razi mengimbau masyarakat ikut menjaga keamanan pendakwah, ustaz, dan ulama yang diundang dalam pengajian menyusul adanya insiden penusukan Syekh Ali Jaber beberapa waktu lalu.

    “Saya imbau, semua pihak untuk ikut menjaga kelancaran acara, termasuk keamanan pendakwah,” kata Fahrul dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 16 September 2020.

    Fachrul mengatakan, dalam rangka menjaga keamanan, panitia bisa proaktif berkoordinasi dengan pihak keamanan saat akan menggelar pengajian. Apalagi, jika acara tersebut adalah pengajian akbar yang mendatangkan massa.

    “Keamanan ulama dan pendakwah menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pihak keamanan, tapi juga panitia yang mengundangnya,” ujarnya.

    Fachrul pun berharap peristiwa penyerangan terhadap ulama tidak terulang kembali. Giat pengajian masyarakat, kata dia, juga tidak terganggu karena bangsa ini memerlukan wejangan para tokoh agama dalam menjalani kehidupan yang rukun dan damai.

    Syekh Ali Jaber ditusuk pada Ahad lalu, 13 September 2020 saat tengah mengisi acara dakwah di Masjid Falahuddin, Tamin, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung. Saat sedang sesi foto bersama jamaah, AA tiba-tiba menerobos maju dan berusaha menusuk Syekh Ali Jaber.

    Kepolisian Resor Kota Bandar Lampung telah menahan AA sejak Senin kemarin, 14 September 2020. AA dijerat Pasal 351 KUHP terkait penganiayaan berat yang mengakibatkan luka.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.