Inilah yang Dimaksud Sandi Bapakmu dan Bapakku di Kasus Jaksa Pinangki

Reporter

Tersangka kasus pencucian uang Jaksa Pinangki Sirna Malasari bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu, 2 September 2020. Pinangki diperiksa terkait dengan dugaan aliran dana dari Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengungkapkan adanya sandi bapakmu dan bapakku di kasus Jaksa Pinangki Sirna Malasari. MAKI menyatakan istilah tersebut kerapkali dipakai Pinangki dan tersangka lainnya, Anita Kolopaking kala berkomunikasi membahas rencana pengurusan fatwa di Mahkamah Agung untuk Djoko Tjandra.

Menurut MAKI penggunaan istilah ini tak didalami dalam penyidikan di Kejaksaan Agung. Karena itu, Ia meminta Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menelisik siapa yang dimaksud dengan bapak itu.

“KPK hendaknya mendalami aktifitas PSM dan ADK dalam rencana pengurusan fatwa dengan diduga sering menyebut istilah Bapakmu dan Bapakku,” kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, Jumat, 11 September 2020.

Majalah Tempo Edisi 12 September 2020, menelisik rencana di balik pengajuan fatwa, termasuk siapa yang dimaksud dengan dua bapak ini. Selembar kertas berjudul Action Plan Case JC memuat rencana aksi membebaskan Djoko dari vonis 2 tahun dalam perkara korupsi pengalihan hak tagih Bank Bali.

Proposal itu dibanderol dengan harga US$ 100 juta atau setara Rp 1,4 triliun. Proposal itu dibuat oleh Pinangki, yang kala itu menjabat Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II Biro Perencanaan Kejaksaan Agung. Belakangan, Djoko hanya menyanggupi US$ 10 juta.

Seorang sumber yang mengetahui rencana pengajuan fatwa mengatakan Anita dan Pinangki berbagi tugas untuk mengurus fatwa. Anita bertugas mendekati pejabat tinggi di MA yang kini sudah pensiun. Sementara, Pinangki bertugas melobi atasannya di Kejaksaan Agung. Dalam dokumen yang diperoleh Tempo, disebutkan bahwa Pinangki selalu melaporkan pertemuan denga Djoko Tjandra kepada pejabat tinggi ini.

Sumber itu juga mengatakan bahwa dalam percakapan antara Anita dan Pinangki, eks pejabat di MA itu disebut sebagai Bapak Anita, sedangkan pejabat di Kejaksaan Agung disebut sebagai Bapak Pinangki. Baca selengkapnya di Majalah Tempo edisi 12-18 September 2020.






Apresiasi Kinerja Polri di Kasus Ferdy Sambo, Moeldoko: Kita Tunggu Proses Hukumnya

13 jam lalu

Apresiasi Kinerja Polri di Kasus Ferdy Sambo, Moeldoko: Kita Tunggu Proses Hukumnya

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai Polri sudah menjalankan perintah Presiden Jokowi dalam penanganan kasus Ferdy Sambo.


Bharada E Siap Hadapi Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J

14 jam lalu

Bharada E Siap Hadapi Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J

Ronny Talapessy menyatakan Bharada E siap menghadapi sidang kasus pembunuhan Brigadir J setelah berkasnya dinyatakan lengkap.


Korban Kasus KSP Indosurya 23 Ribu Orang, Kejagung: Kerugian Terbesar dalam Sejarah Rp 106 Triliun

1 hari lalu

Korban Kasus KSP Indosurya 23 Ribu Orang, Kejagung: Kerugian Terbesar dalam Sejarah Rp 106 Triliun

Kerugian dalam kasus KSP Indosurya disebut Kejaksaan Agung sebagai yang terbesar dalam sejarah yaitu Rp 106 triliun dengan 23 ribu korban.


Soal Penahanan Putri Candrawathi, Jampidum: Kewenangan Jaksa Penuntut Umum

1 hari lalu

Soal Penahanan Putri Candrawathi, Jampidum: Kewenangan Jaksa Penuntut Umum

Jaksa bisa saja melakukan penahanan apabila khawatir Putri Candrawathi melarikan diri, merusak barang bukti, dan melakukan tindak pidana lain.


Alasan Kejaksaan Agung Gabungkan Dua Perkara yang Jerat Ferdy Sambo

1 hari lalu

Alasan Kejaksaan Agung Gabungkan Dua Perkara yang Jerat Ferdy Sambo

Kejaksaan Agung mengungkapkan alasan penggabungan dua perkara yang menjerat Ferdy Sambo yaitu pembunuhan berencana dan obstruction of justice.


Kejaksaan Nyatakan Berkas Ferdy Sambo Cs Sudah P21

1 hari lalu

Kejaksaan Nyatakan Berkas Ferdy Sambo Cs Sudah P21

Kejaksaan Agung menyatakan berkas perkara pembunuhan Brigadir J dengan tersangka Ferdy Sambo Cs telah lengkap atau P21.


Dua Calon Pimpinan KPK Pengganti Lili Pintauli: Jonanis Tanak dan I Nyoman Wara

1 hari lalu

Dua Calon Pimpinan KPK Pengganti Lili Pintauli: Jonanis Tanak dan I Nyoman Wara

Direktur Tata Usaha Negara Kejagung, Johanis Tanak, dan auditor BPK, I Nyoman Wara, bakal menjalani uji kelayakan calon pimpinan KPK


Jampidsus Ingatkan Anak Buahnya Tak Gentar Hadapi Upaya Perlawanan Koruptor

1 hari lalu

Jampidsus Ingatkan Anak Buahnya Tak Gentar Hadapi Upaya Perlawanan Koruptor

Jampidsus Febrie Adriansyah mengingatkan jajarannya tak takut hadapi upaya perlawanan para koruptor dengan tetap menjalankan tugas secara profesional


Mahfud MD Sebut Upaya Berantas Mafia Hukum Sering Gembos di Pengadilan

1 hari lalu

Mahfud MD Sebut Upaya Berantas Mafia Hukum Sering Gembos di Pengadilan

Mahfud MD menjelaskan, MA selalu berdalih jika hakim itu merdeka dan tak boleh diintervensi. Namun, tba-tiba muncul kasus Hakim Agung Sudrajat Dimyati


Kejar Target Kejaksaan Agung Teliti Kelengkapan Berkas Ferdy Sambo

1 hari lalu

Kejar Target Kejaksaan Agung Teliti Kelengkapan Berkas Ferdy Sambo

Kejaksaan Agung sedang mengejar target untuk menyelesaikan pemeriksaan tentang kelengkapan berkas kasus Ferdy Sambo