Satgas Covid Sarankan Masyarakat Pakai Masker Kain Katun, Jangan Scuba atau Buff

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang aktivis terlihat mengenakan masker kain dari buff saat bersepeda dari Bundaran HI menuju Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Senin, 6 Juli 2020. Meski cukup nyaman dan praktis dikenakan saat berolahraga, namun material buff membuat droplet yang terpercik keluar dari pemakainya semakin terpecah dalam ukuran kecil. TEMPO/Subekti.

    Seorang aktivis terlihat mengenakan masker kain dari buff saat bersepeda dari Bundaran HI menuju Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Senin, 6 Juli 2020. Meski cukup nyaman dan praktis dikenakan saat berolahraga, namun material buff membuat droplet yang terpercik keluar dari pemakainya semakin terpecah dalam ukuran kecil. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara sekaligus Ketua Dewan Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyarankan agar masyarakat menggunakan masker berbahan kain katun. Ia mengatakan masker dengan dasar bahan scuba yang saat ini banyak beredar di masyarakat tak terlalu efektif menyaring udara.

    "Masker scuba atau buff ini adalah masker dengan satu lapis saja dan terlalu tipis. Sehingga kemungkinan untuk tembus tidak bisa menyaring lebih besar," kata Wiku dalam konferensi pers, Selasa, 15 September 2020.

    Wiku mengatakan faktor lain yang harus dipertimbangkan dari masker scuba adalah bahannya yang elastis. Hal ini kerap membuat penggunanya justru tak menggunakan masker ini secara sembarangan.

    "Masker scuba sering mudah untuk ditarik ke bawah di dagu sehingga fungsi masker menjadi tidak ada," kata Wiku.

    Ia pun mengimbau masyarakat menggunakan masker secara lebih benar. Penggunaan masker yang baik dan benar, kata Wiku, adalah dengan melindungi menutup area batang hidung sampai dengan mulut dan dagu serta rapat di pipi.

    Bagi masyarakat, ia mengatakan masker kain sudah cukup dan tak perlu menggunakan masker bedah sekali pakai yang dapat membebani biaya pembeliannya. Adapun masker kain yang ia rekomendasikan adalah masker dengan tiga lapisan.

    "Mengapa hal itu penting karena kemampuan memfilter atau menyaring partikel virus itu akan lebih baik dengan jumlah lapisan yang lebih banyak dalam hal ini tiga lapisan berbahan katun," kata Wiku.

    Wiku mengingatkan kembali semua masyarakat terutama yang ada di daerah-daerah publik, agar berinteraksi dengan orang lain harus menggunakan masker. Penggunaan masker bedah hanya ditujukan bagi petugas medis dan orang yang tengah sakit atau bergejala.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.