Beri Insentif Rp 75 Juta ke Calon Dokter Spesialis, Terawan: Dipakai Belanja Ya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) meninjau fasilitas baru RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo untuk penanganan pasien corona (COVID-19) yang baru saja diluncurkan di Jakarta, Kamis 30 April 2020. Kapasitas ruangan untuk penanganan pasien corona RS tersebut bertambah dari sebelumnya dilakukan di tiga lantai Gedung Kiara (lantai 1, 2, dan 6) menjadi empat lantai dengan tambahan di lantai 4. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) meninjau fasilitas baru RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo untuk penanganan pasien corona (COVID-19) yang baru saja diluncurkan di Jakarta, Kamis 30 April 2020. Kapasitas ruangan untuk penanganan pasien corona RS tersebut bertambah dari sebelumnya dilakukan di tiga lantai Gedung Kiara (lantai 1, 2, dan 6) menjadi empat lantai dengan tambahan di lantai 4. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyerahkan insentif bagi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Selasa 15 September 2020. Di masa pandemi Covid-19 ini mereka bekerja di Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

    "Ini sebagai bentuk apresiasi kami, tapi kami sarankan agar uangnya dibelanjakan saja ya, agar dapat ikut menggerakkan ekonomi," kata Terawan di RSHS Bandung.

    Menurut dia, pemerintah sangat mengapresiasi para calon dokter spesialis yang tetap melayani di saat pandemi Covid-19. Mengutip dari siaran pers RSHS Bandung, bentuk penghargaan itu berupa insentif sebesar Rp 12,5 juta per bulan.

    Pemerintah membayarkannya langsung untuk enam bulan terhitung sejak Maret 2020. Setiap orang mendapatkan Rp 75 juta. Terawan berharap penerima insentif dapat memanfaatkannya untuk mendukung pendidikan dan mendorong perekonomian nasional khususnya ekonomi rakyat.

    Dekan Fakultas Kedokteran Unpad Setiawan mengatakan penerima insentif itu berjumlah 1.200 orang dokter. Pemberiannya secara simbolis diwakili oleh 10 orang penerima dari berbagai departemen di rumah sakit.

    Direktur Utama RSHS Bandung Nina Susana Dewi berharap insentif dari pemerintah bisa menjadi motivasi bagi para peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis agar lebih semangat. “Lebih hati-hati dalam memberikan pelayanan, dan lebih baik dalam melayani masyarakat,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Febri Diansyah dan Jumlah Mereka yang Pamit dari KPK 5 Tahun Terakhir

    Mantan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri. Selama 5 tahun terakhir, berapa pegawai yang pamit?