Tak Ada Pasukan Rajawali BIN, Ketua MPR Bamsoet Bangga pada Taruna STIN

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, saat memberikan pengarahan dalam Rapat Pimpinan Fraksi MPR RI, di Ruang GBHN, Komplek MPR RI, Jakarta, Senin, 11 November 2019.

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Bambang Soesatyo membantah dugaan bahwa Badan Intelijen Negara (BIN) memiliki pasukan khusus yang disebut Pasukan Rajawali. "Tidak ada pasukan khusus BIN seperti yang diributkan," kata pria yang akrab disapa Bamsoet ini lewat keterangan tertulis, Selasa, 15 September 2020.

Bamsoet sebelumnya mengunggah sebuah video yang mempertontonkan aksi Pasukan Khusus Rajawali di akun Instagramnya. Menurut Bamsoet, video itu adalah demonstrasi para taruna-taruni Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) yang baru selesai pendidikan.

Bamsoet berujar, sekitar 130 taruna itu menamakan dirinya Pasukan Khusus Rajawali di dalam acara seremoni Inaugurasi Peningkatan Statuta STIN dan Peresmian Patung Bung Karno di STIN, Sentul, Bogor, pada Rabu pekan lalu, 9 September 2020.

Bamsoet pun mengaku bangga dan mendukung penuh prestasi para taruna STIN seperti yang dipertontonkan ketika itu. Dia menyebut para taruna itu menunjukkan kemahiran menggunakan senjata laras pendek dan panjang, menjinakkan bom, dan membebaskan sandera.

Juga kemahiran terjun dari atas gedung memakai tali, bela diri dengan tangan kosong Tarung Derajad, hingga menaklukkan penyerang 20 orang bersenjata tajam seorang diri.

Menurut Bamsoet, masyarakat seharusnya bangga memiliki taruna intelijen dengan kemahiran yang tak kalah dengan kemampuan badan-badan intelijen dunia yang mempunyai tim taktis. Kata dia, para taruna jebolan STIN ini bisa digunakan dalam operasi khusus Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia jika diperlukan.

"Yang memang sewaktu-waktu apabila diperlukan mereka siap dipergunakan di dalam operasi khusus oleh Kementerian Pertahanan RI dan TNI sesuai dengan amanat undang-undang," kata Bamsoet.

Bamsoet berpendapat intelijen yang mumpuni bukan hanya menjadi mata dan telinga negara serta mahir menganalisis informasi. Namun juga harus terampil melakukan penyusupan, penyamaran, propaganda, agitasi, provokasi, menggelar operasi rahasia.

"Dan mampu melakukan pertempuran baik perorangan sebagai pertahanan diri maupun sebagai tim atau kelompok untuk melumpuhkan musuh di medan yang rumit dan sulit," ujar mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ini.

Bamsoet mengimbuhkan, demo ketangkasan para taruna STIN pada pekan lalu itu menurutnya sangat membanggakan. Ia menganggap hal itu menunjukkan bahwa sumber daya intelijen Indonesia tak kalah dengan kehebatan sepuluh intelijen terbaik dunia.

Seperti CIA (Amerika), M16 (Inggris), GRU (Rusia), DGSE (Perancis), ISI (Pakistan), BND (Jerman), Mossad (Israel), R&AW (India), ASIS (Australia), CSIS (Kanada), dan badan intelijen dunia lainnya.

Bamsoet mengatakan keterampilan bela diri, menjinakkan bim, membebaskan sandera, keahlian siber, dan bertempur merupakan hal yang harus dikuasai seorang intelijen dalam pekerjaan menjaga keamanan bangsa dan negara. Termasuk juga keterampilan melumpuhkan musuh dan interogasi.

"Bahkan CIA kerap melakukan berbagai eksperimen kontrol pikiran untuk mengeksplorasi memori otak, pura-pura berkepribadian ganda atau banci, hingga kemampuan menggunakan dan menjinakkan senjata biologis," kata Bamsoet.

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan sebelumnya mengkritik BIN yang diduga memiliki Pasukan Khusus Rajawali. Pembentukan pasukan bersenjata ini dinilai telah melampaui kewenangan BIN seperti yang diatur di Undang-undang Nomor 17 Tahun 2011 Tentang Intelijen Negara.

BUDIARTI UTAMI PUTRI






Bamsoet Buka Kejurnas Shokaido 2022 Piala Ketua MPR RI

2 hari lalu

Bamsoet Buka Kejurnas Shokaido 2022 Piala Ketua MPR RI

Penyelenggaraan Kejurnas Shokaido tidak hanya dimaknai sebagai rutinitas atau sekedar memberikan jam terbang bagi atlet.


Bamsoet: IMX 2022 Jadi Perang Mobil Modifikasi Para Bintang

6 hari lalu

Bamsoet: IMX 2022 Jadi Perang Mobil Modifikasi Para Bintang

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo menilai bahwa IMX 2022 bakal menjadi perang mobil modifikasi para bintang.


Puluhan Dubes Negara OKI Dukung Pembentukan Forum MPR Dunia

7 hari lalu

Puluhan Dubes Negara OKI Dukung Pembentukan Forum MPR Dunia

Gagasan pembentukan Forum MPR Dunia dilatarbelakangi atas kebutuhan menghadirkan tatanan dunia yang harmonis dan berkeadaban


Catatan Ketua MPR RI: Bersama Merawat Daya Tahan Ekonomi Negara

9 hari lalu

Catatan Ketua MPR RI: Bersama Merawat Daya Tahan Ekonomi Negara

Bambang Soesatyo: Ketua MPR RI/Kandidat Doktor Ilmu Hukum UNPAD/Dosen Tetap Hukum, Ilmu Sosial & Ilmu Politik (PHISIP) Universitas Terbuka.


Ketua MPR RI Bamsoet Optimistis Pariwisata Bali Segera Bangkit

9 hari lalu

Ketua MPR RI Bamsoet Optimistis Pariwisata Bali Segera Bangkit

Jumlah kunjungan wisatawan asing sebesar 9.000 per hari, jumlahnya masih jauh dibandingkan sebelum pandemi.


Bamsoet Selesaikan Penelitian Disertasi Doktoral Tentang PPHN

9 hari lalu

Bamsoet Selesaikan Penelitian Disertasi Doktoral Tentang PPHN

Bamsoet juga mengemukakan berbagai alternatif bentuk dan dasar hukum PPHN, beserta ulasan lengkap mengenai plus dan minusnya.


Bamsoet Gelar Baksos Pengobatan Katarak Gratis di Bali

15 hari lalu

Bamsoet Gelar Baksos Pengobatan Katarak Gratis di Bali

Penyembuhan katarak tidak terlalu rumit. Bisa dilakukan dengan operasi kecil di rumah sakit


Bamsoet: Apa yang Saya Capai Bukan Tiba-tiba dari Langit

15 hari lalu

Bamsoet: Apa yang Saya Capai Bukan Tiba-tiba dari Langit

Semasa kuliah Bamsoet menjual berbagai kebutuhan pokok, seperti sayur, bawang merah dan telor di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta


Bamsoet Tinjau Progres Mobil Modifikasi Blackstone Live Modz 2022

15 hari lalu

Bamsoet Tinjau Progres Mobil Modifikasi Blackstone Live Modz 2022

Diselenggarakan oleh IMI bersama National Modificator and Aftermarket Association (NMAA) untuk menghasilkan Digital Impact Marketing.


Kenaikan Harga BBM, Keadilan Subsidi untuk Rakyat

15 hari lalu

Kenaikan Harga BBM, Keadilan Subsidi untuk Rakyat

Kenaikan harga dinilai sebagai kebijakan tepat karena mayoritas pengguna BBM bersubsidi adalah kalangan mampu.