Pemerintah Bakal Beri Bantuan Sosial untuk Tenaga Honorer

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan Perawat honorer saat menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, 16 Maret 2017. Dalam aksinya mereka meminta DPR RI memperhatikan nasib honorer Perawat dan tenaga kerja sukarela yang bekerja di lingkungan pelayanan kesehatan untuk diperlakukan sama seperti tenaga honorer Bidan dan tenaga medis yang diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sesuai UU Aparatur Sipil Negara. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ratusan Perawat honorer saat menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, 16 Maret 2017. Dalam aksinya mereka meminta DPR RI memperhatikan nasib honorer Perawat dan tenaga kerja sukarela yang bekerja di lingkungan pelayanan kesehatan untuk diperlakukan sama seperti tenaga honorer Bidan dan tenaga medis yang diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sesuai UU Aparatur Sipil Negara. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menyatakan akan memberikan bantuan sosial kepada tenaga honorer di tengah pandemi Covid-19 ini. Pemerintah saat ini sedang mengkaji skema untuk menganggarkan bansos.

    “Bapak Presiden meminta untuk dilakukan pendalaman, terkait untuk tenaga honorer. Nah ini pemerintah akan lakukan kajian dimana tenaga honorer pun akan diberikan bantuan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto usai rapat terbatas dengan presiden, Senin, 14 September 2020.

    Airlangga mengatakan, sejauh ini sebagian kecil tenaga honorer sudah mendapatkan bantuan berbasis data BPJS Ketenagakerjaan. Selanjutnya, kata dia, seluruh tenaga honorer diupayakan mendapatkan bantuan tersebut.

    “Namun ini akan kami siapkan apakah itu program ataupun detailnya,” ujar Airlangga.

    Presiden, kata Airlangga, juga meminta sejumlah program seperti Kartu Prakerja dibahas kembali dengan Kementerian Keuangan. “Karena banyaknya tenaga informal yang terdampak dan kartu prakerja sendiri hari ini sudah 3,8 juta per-September 5,6 juta yang tercapai,” ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.