PSBB di Jakarta, KPK Keluarkan Kebijakan WFH untuk Karyawan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyemprot cairan disinfektan di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2020. KPK melakukan disinfeksi di sejumlah area Gedung Merah Putih termasuk rumah tahanan demi mencegah penyebaran virus Corona. TEMPO/Imam Sukamto

    Petugas menyemprot cairan disinfektan di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2020. KPK melakukan disinfeksi di sejumlah area Gedung Merah Putih termasuk rumah tahanan demi mencegah penyebaran virus Corona. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperbaharui kebijakan seiring ditetapkannya kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

    Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri menuturkan, mulai hari ini, 14 September 2020, KPK memberlakukan sistem kehadiran fisik menggunakan proporasi 25-75.

    "Yakni 25 persen di kantor dan 75 persen di rumah," ucap Ali Fikri melalui keterangan tertulis pada Senin, 14 September 2020.

    Untuk mereka yang mendapat giliran bekerja di kantor, akan ada dua shift. Ali menjelaskan, untuk shift pertama adalah bekerja dari pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB. Sedangkan untuk shift kedua, bekerja dari pukul 11.00 WIB sampai 20.00 WIB.

    Kemudian, pelaksanaan koordinasi atau rapat, akan diutamakan melalui daring. Namun, jika rapat terpaksa dilakukan secara tatap muka, maka pertemuan akan dibatasi waktu paling lama tiga jam dengan jumlah peserta maksimal 50 persen.

    KPK pun mengingat pegawai yang bekerja di kantor untuk selalu mematuhi protokol kesehatan seperti wajib memakai masker, melakukan physical distancing dalam pengaturan duduk pada saat di ruang kerja, ruang rapat maupun di dalam lift, rutin mencuci tangan, serta tindakan protokol kesehatan lainnya guna mencegah perluasan Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.