Jokowi Lantik 20 Duta Besar untuk Negara Sahabat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo tiba di lokasi sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2020. Jokowi juga tampak mengenakan topi khas Nusa Tenggara Timur dan masker. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo tiba di lokasi sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2020. Jokowi juga tampak mengenakan topi khas Nusa Tenggara Timur dan masker. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi melantik 20 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia, Senin, 14 September 2020, di Istana Negara, Jakarta Pusat. Upacara digelar dengan protokol kesehatan.

    Nampak para peserta upacara mengenakan masker hitam dengan setelah jas yang mereka kenakan. Mereka pun nampak menjaga jarak sekitar 1 meter di antara satu sama lain.

    Pelantikan ini sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 91/P tahun 2020 tanggal 11 September 2020 nomor 92/P dan 93/P tahun 2020 tanggal 14 September 2020, tentang pengangkatan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia.

    Jokowi kemudian memandu ke-20 duta besar tersebut untuk membacakan sumpah dalam mengerjakan tugasnya sebagai Duta Besar LBBP.

    Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama, membacakan nama-nama duta besar baru tersebut. Mereka adalah:

    1. Laurentius Amrih Jinangkung. Dubes LBBP RI untuk Tahta Suci Vatikan, berkedudukan di Vatikan
    2. Ratu Silvy Gayatri. Dubes LBBP RI untuk Republik Finlandia merangkap Estonia, berkedudukan di Helsinki
    3. Kamapradipta Isnomo. Dubes LBBP RI untuk Kerajaan Swedia merangkap Republik Latvia, berkedudukan di Stockholm
    4. Adam Mulawarman Tugio. Dubes LBBP RI untuk Republik Islam Pakistan berkedudukan di Islamabad
    5. Ridwan Hassan. Dubes LBBP RI untuk Qatar, berkedudukan di Doha
    6. Mayjen TNI (Purn) Imam Edy Mulyono. Dubes LBBP RI untuk Republik Bolivarian Venezuela, merangkap Republik Trinidad & Tobago, Grenada, St. Lucia, Dominica (Commonwealth) dan St. Vincent & The Grenadies, berkedudukan di Caracas
    7. Sukmo Harsono. Dubes LBBP RI untuk Republik Panama merangkap Republik Honduras, Republik Costa Rika, dan Republik Nikaragua, berkedudukan di Panama City
    8. Muhammad Lutfi. Dubes LBBP RI untuk Amerika Serikat, berkedudukan di Washington DC
    9. Mohamad Hery Saripudin. Dubes LBBP RI untuk Republik Kenya merangkap Republik Demokratik Kongo Republik Mauritius, Republik Seychelles, Republik Federal Somalia, Republik Uganda dan Perwakilan Tetap untuk UNEP, berkedudukan di Nairobi
    10. Ronny Prasetyo Yuliantoro. Dubes LBBP RI untuk Republik Islam Iran merangkap Turkmenistan, berkedudukan di Tehran
    11. Hermono. Dubes LBBP RI untuk Malaysia, berkedudukan di Kuala Lumpur
    12. Suryopratomo. Dubes LBBP RI untuk Republik Singapura, berkedudukan di Singapura
    13. Hildi Hamid. Dubes LBBP RI untuk Republik Azerbaijan, berkedudukan di Baku
    14. Wisnu Edi Pratignyo. Dubes LBBP RI untuk Republik Namibia merangkap Republik Angola, berkedudukan di Windhoek
    15. Mayerfas. Dubes LBBP RI untuk Kerajaan Belanda merangkap OPCW, berkedudukan di Den Haag
    16. Andri Hadi. Dubes LBBP RI untuk Kerajaan Belgia merangkap Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa, berkedudukan di Brussel
    17. Herry Sudrajat. Dubes LBBP RI untuk Republik Mozambique merangkap Republik Malawi, berkedudukan di Maputo
    18. Denny Abdi. Dubes LBBP RI untuk Republik Sosialis Vietnam, berkedudukan di Hanoi
    19. Mohamad Irzan Djohan. Dubes LBBP RI untuk Kesultanan Oman, merangkap Republik Yaman, berkedudukan di Muscat
    20. Agung Kurniadi. Dubes LBBP RI untuk Ekuador, berkedudukan di Quito

    Upacara ditutup dengan mendengarkan Lagu Indonesia Raya. Dalam upacara itu, hadir juga Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan nampak pula Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.