Koalisi Masyarakat Sipil Pertanyakan Adanya Pasukan Rajawali Diduga Bentukan BIN

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Advokasi LBH Jakarta, Nelson Nikodemus Simamora. Sumber: facebook

    Kepala Advokasi LBH Jakarta, Nelson Nikodemus Simamora. Sumber: facebook

    TEMPO.CO, Jakarta - Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan merespons adanya pasukan khusus bersenjata bernama Pasukan Rajawali yang diduga bentukan Badan Intelijen Negara (BIN).

    Menurut salah satu perwakilan koalisi, Kepala Advokasi LBH Jakarta, Nelson Nikodemus Simamora, mengatakan bahwa BIN tidak memiliki wewenang untuk membentuk pasukan khusus bersenjata. Ia merujuk pada Pasal 30 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2011 Tentang Intelijen Negara.

    "Yang juga diperkuat oleh Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2012 tentang Badan Intelijen Negara (PP Badan Intelijen Negara) yakni tidak memberikan wewenang kepada BIN untuk membentuk pasukan khusus bersenjata. BIN telah melampaui kewenangannya berdasarkan undang-undang," ucap Nelson melalui keterangan tertulis pada Ahad, 13 September 2020. Alhasil, koalisi menilai tidak tepat jika BIN membentuk pasukan khusus bersenjata layaknya TNI atau Polri.

    Selain itu, pihak koalisi juga mempertanyakan apakah BIN sudah melapor kepada Presiden Joko Widodo atau belum ihwal Pasukan Rajawali itu. "Dan jika memang BIN membentuk pasukan, dalam konteks atau kegiatan apa? Mengingat dalam kegiatan keamanan sudah ada Polri, dalam kegiatan pertahanan sudah ada TNI, lalu terorisme sudah ada BNPT," ucap Nelson.

    Nelson juga mengkhawatirkan jika nantinya Pasukan Rajawali akan bertindak sewenang-wenang dan bukan tidak mungkin menambah daftar panjang pelanggaran HAM negara melalui pembunuhan di luar proses hukum.

    Koalisi Reformasi Sektor Kemanan pun mendesak Jokowi, serta mendorong Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar membubarkan pasukan khusus bersenjata tersebut jika benar bahwa itu adalah bentukan BIN.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.