Selain Edhy Prabowo, Sejumlah Pejabat Ini Tak Umumkan Dirinya Terpapar Covid-19

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (tengah) didampingi Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji (kanan) dan Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Nilanto Perbowo (kiri) memaparkan kronologis penangkapan kapal pencuri ikan berbendera Vietnam saat jumpa pers di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak di Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis , 9 Januari 2020. ANTARA

    Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (tengah) didampingi Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji (kanan) dan Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Nilanto Perbowo (kiri) memaparkan kronologis penangkapan kapal pencuri ikan berbendera Vietnam saat jumpa pers di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak di Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis , 9 Januari 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pejabat di kementerian dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tak mengumumkan dirinya positif Covid-19. Teranyar, yang cukup disorot lantaran ini ialah Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

    Kabar Edhy positif Covid-19 justru dikonfirmasi oleh Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daniel Johan. Daniel mengaku mendapat informasi dari staf Kementerian Kelautan dan Perikanan.

    "Saya mendapat kabar dari staf KKP pada 3 September. Tapi tanggal pasti (kapan terpapar Covid) harus tanya langsung,” kata Daniel saat dihubungi Tempo, Selasa, 8 September 2020.

    Edhy tak menjawab pertanyaan yang diajukan Tempo soal status positif corona. Begitu pula para pejabat di Kementerian Kelautan dan Perikanan ramai-ramai mengunci mulut soal kabar itu.

    Anggota staf khusus Edhy, Andreau Pribadi, justru mengatakan dialah yang terjangkit Covi-19. Andreau mengatakan Edhy sakit karena kelelahan, hasil uji swabnya pun negatif.

    Di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sejumlah pejabat juga dikabarkan positif Covid-19. Dimintai tanggapan soal anak buahnya yang positif, Menteri Pariwisata Wishnutama tak merespons pertanyaan Tempo.

    Seorang petinggi di Kementerian itu mengatakan ada pejabat eselon I yang terkena corona. Pejabat itu sebelumnya melakukan perjalanan dinas ke Bali.

    Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali juga dikabarkan pernah tertular virus corona. Amali membenarkan jika uji cepat atau rapid test-nya pada awal pandemi menunjukkan hasil reaktif.

    Meski begitu, politikus Golkar ini memilih tak memberi tahu siapa pun soal hasil tes tersebut. Ia merasa hasil rapid test itu disebabkan kelelahan. Hasil tes swabnya menunjukkan sebaliknya.

    Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat juga positif Covid-19 dan tak mengumumkan secara terbuka. Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat mengaku terpapar Covid-19 pada 20 Agustus lalu setelah menjalani tes usap.

    Arsul mengaku mengalami gejala ringan seperti flu dan sakit kepala. Dia lalu buru-buru mengisolasi diri. "Sekarang sudah sehat lagi," kata Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan itu, dikutip dari Majalah Tempo edisi 13 September 2020.

    Sekretaris Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Bambang Wuryanto mengatakan ada anggota Dewan dan staf partai banteng yang positif Covid-19. Anggota DPR dari PDIP itu ialah Abidin Fikri yang bertugas di Komisi Kesehatan.

    Abidin tak merespons pesan dan panggilan Tempo. Bambang membenarkan jika Fraksi PDIP disebut tak mengumumkan hasil uji usap itu. "Jangan membuat takut publik," kata dia.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | MAJALAH TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.