Selasa, 22 September 2020

Doxing Jurnalis Liputan6.com Terjadi setelah Menulis Artikel soal Arteria Dahlan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi proses peretasan di era teknologi digital. (Shutterstock)

    Ilustrasi proses peretasan di era teknologi digital. (Shutterstock)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jurnalis Liputan6.com, Cakrayuri Nuralam, mengalami doxing atau penyebaran informasi data pribadi di dunia maya. Ia mengalami doxing usai menulis artikel cek fakta tentang politikus PDIP Arteria Dahlan.

    "Liputan6.com mengecam keras tindakan teror melalui doxing," kata Pimpinan Redaksi Liputan6.com Irna Gustiawati dalam siaran persnya, Sabtu, 12 September 2020.

    Irna menjelaskan doxing itu terjadi setelah Nuralam mempublikasikan artikel cek fakta pada Kamis, 10 September 2020. Di artikel itu, Nuralam memverifikasi klaim yang menyebut Arteria Dahlan merupakan cucu dari pendiri PKI di Sumatera Barat,
    Bachtaroeddin.

    Sehari setelah artikel itu terbit, serangan doxing kepada Nuralam terjadi pada Jumat 11 September 2020, dengan skala masif.

    Irna mengatakan wartawan tidak bekerja atas nama pribadinya, melainkan atas nama institusi dan dalam sistem yang dilindungi serta sekaligus patuh pada ketentuan Undang Undang Pers. "Menjadikan wartawan sebagai sasaran dengan melakukan tindakan kekerasan seperti doxing, bukan saja salah alamat, tapi sangat berbahaya," kata Irna.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.