Selasa, 22 September 2020

Jubir Satgas Covid-19: PSBB Transisi Malah Menaikan Pergerakan Orang di Jawa

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Satpol PP mendata warga yang melanggar aturan protokol kesehatan COVID-19 selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di kawasan Juanda, Jakarta, Jumat 21 Agustus 2020. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menerapkan Peraturan Gubernur Nomor 79 tahun 2020 yang berisi sanksi bagi setiap warga, pelaku usaha dan penanggung jawab fasilitas umum (fasum) yang berulang kali melanggar protokol kesehatan COVID-19 berupa sanksi kerja sosial membersihkan sarana fasum dengan mengenakan rompi selama satu jam atau denda administrasi sebesar Rp250 ribu. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Petugas Satpol PP mendata warga yang melanggar aturan protokol kesehatan COVID-19 selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di kawasan Juanda, Jakarta, Jumat 21 Agustus 2020. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menerapkan Peraturan Gubernur Nomor 79 tahun 2020 yang berisi sanksi bagi setiap warga, pelaku usaha dan penanggung jawab fasilitas umum (fasum) yang berulang kali melanggar protokol kesehatan COVID-19 berupa sanksi kerja sosial membersihkan sarana fasum dengan mengenakan rompi selama satu jam atau denda administrasi sebesar Rp250 ribu. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi di DKI Jakarta pada 31 Agustus-6 September 2020 mempengaruhi pergerakan orang. Khususnya di Jawa.

    “PSBB Transisi di Jakarta ternyata memiliki efek ke berbagai wilayah di Pulau Jawa,” kata Wiku dalam diskusi Satgas Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta pada Jumat, 11 September 2020.

    Berdasarkan data yang bersumber dari Facebook Data For Good dan Tim Sinergi Mahadata Universitas Indonesia, terjadi peningkatan mobilitas dalam masa PSBB Transisi 31 Agustus 2020-6 September 2020 dibandingkan masa PSBB 4-10 Mei 2020.

    Hal itu juga berpengaruh terhadap penambahan kasus di Pulau Jawa dan Bali. Per 10 September kedua wilayah itu berkontribusi terhadap 64,18 persen dari total kasus COVID-19 nasional.

    Menurut Wiku, jika dilihat terjadi penambahan zona merah dari 65 kabupaten/kota menjadi 70 kabupaten/kota dan 230 kabupaten/kota di zona oranye naik menjadi 267 kabupaten/kota.

    “Jadi terlihat bahwa aktivitas penduduk, mobilitas penduduk itu berkontribusi dalam peningkatan jumlah kasus,” kata Wiku.

    Ahli epidemiologi dan pakar kesehatan masyarakat, Iwan Ariawan, mengatakan ada korelasi antara pergerakan penduduk dengan penambahan jumlah kasus.

    Akademisi Universitas Indonesia itu mengatakan semakin banyak penduduk yang bergerak maka jumlah kasus Covid-19 akan meningkat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memiliki Tas Mewah

    Memilik tas mewah merupakan impian sebagian orang. Namun ada hal yang harus anda perhatikan ketika memiliki dan merawat tas mahal tersebut.